Jodoh


Karena mbak Incess dan mas Reino jadi pengin nulis nih.

Dasar utama : Jodoh adalah ketentuan Allah SWT.
Hak prerogatif, sudah diatur, sudah ditetapkan sejak jaman kita belum lahir.

1. Laki-laki yang baik, untuk perempuan yang baik. (Surat An Nur ayat 26)
Kita hanya perlu menjadi orang baik, agar diberi orang baik yang akan menjadi pasangan kita.
2. Idealnya sih : ta'aruf (berkenalan), khitbah (lamaran), nikah (ijab kabul).
Secara Islam sih ga ada istilah pacaran. Berkenalan lebih ke mengenal positif dan negatif calon pasangan. Kalau pacaran seringnya arahnya maksiat / negatif. Karena bagaimanapun hawa nafsu terlibat didalamnya.

Jadi seperti mbak Bulan mas Reino, walau sudah pacaran selama 5 tahun, selama bukan jodoh, ya pasti bubar, apapun alasannya (terhalang restu lah, dll). Bahkan sudah ada yang tunangan (banyak contoh juga : Laudya - Afif Kalla, Denny Sumargo - Dita, dll), selama itu bukan jodohnya, ya akan berakhir.
Kenyataan nya, kalau bukan jodoh, pasti akan "dipersulit", dijauhkan dengan cara atau alasan apapun.

Sebaliknya, kalau sudah jodoh, pasti akan dipermudah dan didekatkan. Allah tidak kurang cara untuk itu. Bahkan mungkin dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Contoh lagi, Laudya - Afif sudah pacaran dan tunangan sekian lama, bubar. Laudya - Emran, hanya berapa bulan, sudah langsung nikah, jalannya mulus dan lancar.
Luna - Reino pacaran 5 tahun terhalang restu, Syahrini - Reini cuma berapa bulan, nikah dengan full restu dari orang tua kedua belah pihak.

Oh ya, selain ketentuan Allah, restu orang tua adalah segalanya. Itu akan mempermudah atau mempersulit kehidupan rumah tangga selanjutnya. Ada sih yang menikah tanpa restu, tapi setahuku, perjalanan hidup selanjutnya tidak bakal mulus, ada aja gangguan.

Begitulah, mendekatlah hanya kepada Allah, karena Allah yang menentukan segala sesuatu, jalan hidup kita, mohon diberi yang terbaik, walau pada dasarnya Allah malah selalu memberi lebih dari yang kita pinta.

Happy wedding Syahreino, barokallah.

Komentar