Super long week end, dari kamis sampai minggu, lumayan banget. Harus pergi nih, hehe, setelah kerja keras. Baru 3 minggu sebelum hari H kita memutuskan, dan efeknya adalah : hotel mulai penuh, rebutan tiket pesawat akibatnya jalurnya jadi sedikit aneh dan biaya mahal. Sebetulnya biaya paket nya malah ga terlalu mahal, hehe.
BTW kita ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, nih guys. Hari 1, Kamis, perjalanan darat dulu, Solo - Surabaya by kereta. Hari 2, Jum'at, baru flight Surabaya (Sub) - Lombok (Lop). Mendarat di Bandara Internasional Lombok Praya (bandara baru, baru sekitar 2 - 3 tahun, di daerah Praya, Lombok Tengah. Bandara lama di Selaparang, di kota, mungkin sudah tidak representatif) jam 09.00 WITA, sudah dijemput driver merangkap guide selama di Lombok. Bandara sudah bagus, besar dan cukup bersih.
Tujuan pertama ke tempat kerajinan kain tenun, baik tenun ikat maupun songket. Tenun songket hanya dikerjakan oleh wanita. Secara hukum adat, mereka belum boleh menikah kalau belum bisa menenun kain. Ikut belajar menenun, asyik juga sih. Kemudian tenun ikat, hanya dikerjakan kaum lelaki. Aku kok lupa tanya, kenapa ada perbedaan gender dalam hal ini. Hasil kain tenun nya luar biasa indah, bikin mupeng, tapi harganya bikin nangis, mahal banget. Sebetulnya wajar sih, karena untuk selembar kain memakan waktu pembuatan selama 2 - 3 bulan.
Tujuan berikut adalah pink beach di Pantai Tangsi, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. Mampir sholat jum'at dulu di perjalanan. Lombok menyebut diri sebagai "Pulau 1000 masjid" karena banyak sekali masjid tersebar di semua daerah. 90% lebih penduduk beragama Islam, jadi kami tidak kesulitan untuk mencari masjid.
Sesuatu yang indah, harus didapat dengan usaha yang lebih. Untuk menuju pink beach yang indah, harus menempuh 2 jam perjalanan dari Lombok Tengah, dengan kondisi jalan yang belum bagus, daerah kering (sepanjang jalan melihat jagung dijemur, mungkin itu komoditi utama daerah tersebut). Air harus beli, sehingga ke toilet bayar 5 K dan mandi bayar 10 K.
Belum banyak wisatawan yang kesana, mungkin karena butuh perjuangan lebih. Sehingga hanya ada sedikit warung juga. Efeknya sih pantai masih bersih, air bening, pasir putih bercampur sedikit warna pink. Kita makan dulu - bawa lunch box tadi. Terus naik perahu menuju 3 titik : pulau gusung, 2 pantai. Pasirnya super halus dan lembut.Gelombang lumayan besar, jadi lumayan terombang ambing.
Dari pink beach jam 16, menuju kota Mataram di Lombok Utara, 2 jam, langsung makan malam : ayam taliwang & plecing kangkung !!! HOREEE ... enak sih, tapi pedasnya nendang banget haha. Sesudah makan, baru ke hotel (di daerah pantai Senggigi), dan langsung tepar.
Hari 3, Sabtu, explore 3 Gili. Mampir bukit Malimbu, memandang pantai Senggigi dari atas, dengan latar belakang 3 gili. Menuju pelabuhan Bangsal, naik "bottom glass boat", 30 menit perjalanan menuju Gili Air, tujuan selanjutnya Gili Meno, airnya biru hijau, memanggil-manggil untuk segera nyebur. Kalau beruntung, akan berenang bersama kura-kura. Pas di dalam air, kita tidak ketemu, tapi dari perahu, terlihat mereka berenang nyembul-nyembul.
Tujuan selanjutnya Gili Trawangan, kita mendarat disini, makan siang dan jalan-jalan keliling pulau naik sepeda. Tidak boleh ada kendaraan bermotor disini, so hanya sepeda dan kereta kuda (cidomo). Lumayan rame wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Lumayan capek juga naik sepeda mengelilingi pulau. Ada juga konservasi kura-kura, lucu lihat tukik kecil-kecil.
Sampai jam 15, balik pelabuhan Bangsal, kemudian menuju hutan Pusuk untuk bertemu "teman" dan memberi makan, toko mutiara, toko souvenir.
Hari 4, Minggu, menuju kerajinan gerabah, bagus-bagus tapi besar-besar, ada ekspedisi pengiriman, tapi nanti di rumah jga mau ditaruh dimana. Terus ke kerajinan kain lagi, sambil foto pakai baju adat. Lanjut ke desa Sade, rumah suku Sasak di Rembitan. Atap rumah dari daun alang-alang, alas rumah dari campuran tanah liat dan kotoran sapi (euuhh ... tapi ga bau sih, hehe). Hanya ada ruang melahirkan / ruang anak, dapur dan ruang tengah. Selebihnya pada tidur di luar.
Lanjut makan siang di tepi pantai kuta, makan enak, memandang pasir putih, air biru, langit biru, semilir angin, it's all perfect - lupakan panas hahaha.
Selesai Lombok trip, menuju Bandara lagi, route Lop - Dps - Jog. Sweet memories behind.
Mengutip Dalai Lama : Paling tidak setahun sekali, Anda harus pergi ke tempat yang baru (once a year, you should go to new place). Selalu ada hal baru yang bisa didapat.










Komentar
Posting Komentar