ITMF (International Textile Manufacturer Federation) Annual Conference, Uzbekistan 8 - 10 September 2024 (1)

Sekitar bulan Juni 2024, aku mendapat instruksi untuk ikut ke Uzbekistan, ada ITMF conference. Kenapa aku ikut? Karena th 2025 event nya akan diadakan di Indonesia, Yogyakarta, sehingga kami harus melihat dan belajar cara menyelenggarakan event ini. Well ... oke, let's do it. 

ITMF secara rutin setiap tahun, menyelenggarakan conference bergantian di negara2 yang telah ditetapkan, dengan menggandeng asosiasi pertekstilan setempat. Tahun ini dilaksanakan di Samarkand, Uzbekistan. Agak tidak wellknown country ya, secara dia bekas Uni Sovyet dan berbatasan dengan Afghanistan, sehingga rasa ngeri2 sedap lumayan ada. Tapi karena mayoritas penduduk beragama Islam, aku agak tenang dari sisi : makanan, orang2nya dan lingkungannya.

Setelah itu harus setiap saat mantengin website untuk conference nya, ada banyak hal yang harus disiapkan : tiket pesawat (karena tidak banyak airline kesana dan yang adapun tidak setiap hari ada jadwal terbang, jadi harus mencari flight yang tepat terkait jadwal conference nya), hotel (karena harus stay dari kota ke kota lain), tiket kereta (karena dari ibu kota, menuju lokasi, yang paling fleksibel adalah naik kereta). Agak sederhana karena tidak harus mengurus visa. Juga kemudian ada post conference tour yang kita mau ikut. Masih harus menyiapkan juga video invitation untuk event tahun depan.

Secara aku, pergi dari tg 6 Sept sampai tg 16 Sept karena lanjut acara keluarga di Jakarta, jadi urusan baju aka koper juga menjadi perhatian, kaitan kg domestik dan internasional. Untung urusan manten, kostum nya aku bisa nitip koper lagi ke mb. Diah, aman. Setelah bongkar muat beberapa kali, hahaha, biasa cewek, akhirnya beres juga.

Tapiii ... tidak seru kalau tidak ada drama, ya kannn. Jadi aku berangkat total ber-5 : MT, TIS, EY, MS dan aku. Yang ber-4 dari Hong Kong, ternyata disana ada badai, sehingga harus ganti pesawat one day before. Jadi sampai malam masih harus bantuin urusan tiket rombongan mereka. 

 And the day has come.

Day 1 : 6 September 2024

1. Solo - Jakarta, jam 07.00 - 08.15 (kemarin tiba2 galau, kalau lancar maka pindah terminal masih cukup : ambil bagasi, pindah terminal, check in, max 9.30 harus sudah ready. Tapi mengingat airline 1 ini, kalau ada "sesuatu", maka bubar jalan, aku ga ada alternatif lain. Sempat mau ganti naik kereta malam, tapi info teman di bandara, first flight relatif aman karena pesawat dan crew sudah siap di solo). Oke done.

2. Jakarta - Kuala Lumpur, jam 13.00 wib - 15.00 wib / 16.00 KUL (domestik mendarat di terminal 2E, ternyata internasional nya di 2F, alhamdulillah cuma jalan sedikit, aman lah. Jadwal awal, terbang jam 11.20 wib, tapi diganti menjadi jam 12.30, sehingga akhirnya nunggu lumayan lama. Ambil bagasi, cepet. Pindah terminal, cepet. Check in, cepet. Jam 09.00 urusan internasional sudah beres)

3. KUL - Tashkent, jam 17.00 KUL - 21.50 TAS (mendarat KUL di Gate H, bagasi sudah akan ketemu disana, boarding pass lanjutan juga sudah dapat dari Jkt, jadi aku tinggal jalan menuju Gate C untuk penerbangan lanjutan. Lumayan juga karena mesti turun, naik bis, naik lagi, sampai C sudah langsung boarding, mepet banget tapi alhamdulillah dilancarkan. Ketemu dengan rombongan yang 4 di ruang tunggu KUL. Syukurlah. Penerbangan memakan waktu 7 jam 15 menit)


Mendarat di Tashkent on schedule jam 21.50 local time / 00.00 wib. Urusan imigrasi lancar, koper-ku agak lama, tapi so far oke. Nah yang masalah adalah penjemputan. Nyari orang nya ga tahu yang mana, booth nya dimana juga ga jelas, Akhirnya nemu, tapi agak ruwet management nya. Jadi di parkiran loama karena mereka membahas dengan bahasa mereka, sesuatu yang tidak jelas. Btw dari KUL tadi kita ketemu P. Danang dari API dan B. Anne dari Pan Brothers. Sehingga kita 1 mobil, dari airport menuju hotel masing2.




Finally bisa check in di Courtyard by Marriot Tashkent. Istirahat dulu, sekamar bertiga dengan EY dan MS. What a loooong journey.

Day 2 : 7 September 2024

Jam 4 local time sudah bangun, karena itu jam 6 wib, secara badan rasanya sudah siang. Akhirnya buka laptop saja, membaca email dll. Mandi, jam 7 sarapan, jam 8 cabut ke stasiun. Keluar hotel, suhu lumayan sejuk, suhu sekitar 20 an derajat. Dari hotel ke stasiun hanya 5 menit, relatif dekat dan jalanan tidak rame. Jadwal train jam 8.50 jadi masih cukup waktu banget. Melihat sekeliling aja. 

Kereta on schedule, seperti fast train pada umumnya : bersih, nyaman. Perjalanan Tashkent - Samarkand jarak sekitar 300 an km, ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Melihat suasana, antara agak gersang, sepi, khas seperti Arab jaman dulu. 


Sampai Samarkand, masih sejuk, jam 11.30 an local time. Kali ini team penjemput lebih baik pengaturannya. Kami diantar dengan baik dan benar sampai ke Hilton Samarkand Regency hotel. Lumayan jauh dari stasiun menuju lokasi. Check in, kita akan stay selama 4 malam. Kemudian makan siang, dan lanjut jalan2, karena acara pertama mb. MT jam 16.00 adalah board meeting.

Naik taxi menuju Registan comlex, sebagai pusat kota, pusat sejarah masa lalu, kaya alun2 kota gitu. Pemandangan pertama yang kita lihat adalah : banyak banget pengantin yang foto disana. Apakah hari baik untuk menikah?

Arsitektur disini sangat menarik, pengaruh Persia, potongan2 keramik dengan warna biru, hijau, putih, seperti warna bendera, dengan dasar warna coklat tanah. Cantik. Sambil jalan, sambil foto sepuasnya, sambil mulai beli2. Yang khas disini : pashmina dari camel (dengan sulaman khas), silk scarf, outer dari ikat untuk sehari2 dan dari kashmir untuk yang lebih bagus. Pecah belah keramik. Juga karpet. Selain yang umum : gantungan kunci, tempelan kulkas.



Balik hotel, acara makan malam di resto hotel, ketemu berbagai orang yang aku ga kenal hahaha CEO / owner / executive dan high level lain. Duduk manis, makan, mendengarkan orang2 bercakap2. 

Day 3 : 8 September 2024

Conference nya mulai siang, tapi aku ikut spouse program, jadi berangkat pagi, jam 9 kumpul dan lanjut "jalan" naik bis sama ibu2. Hari ini ke Ulughbek Observatory, Mirzo Ulughbek adalah cucu Amir Temur, raja pertama dari kekaisaran Temurid yang menguasai Uzbekistan dan sekitar selama beberapa abad. Ulughbek sendiri adalah ahli matematika dan astronomi yang "ditempatkan" di Samarkand, sehingga pada masa pemerintahan beliau, didirikan banyak madrasah. Peninggalan beliau adalah busur derajat yang digali sedalam sekitar 20 mt dengan penunjuk dari cahaya matahari. Untuk menghitung penanggalan, jumlah hari, jumlah bulan. Hasil karya beliau diterjmahkan ke berbagai bahasa, bahkan oleh Greenwich. Observatory ini didirikan pada abad 15, menunjukkan betapa pandai nya orang2 di masa lalu.



Lanjut ke Meros Paper Mill, pembuatan kertas Samarkand yang terkenal, dari kayu pohon Mulberry. Kertas ini awet dan diolah menjadi berbagai produk. Kemudian melihat proses masak Palov / Plov, makanan tradisional Uzbekistan berupa : nasi, wortel kuning, daging, dimasak dengan bumbu2 dan minyak. Disajikan dengan "acar" tomat dan timun. Enak sih. Juga proses masak kue somsa / samosa (kue isi daging). 




Kemudian ke Registan complex, masuk ke berbagai ruangan, hanya saja saat ini bercampur dengan berbagai pedagang souvenir, jadi "kekhusyukan" bangunan itu jadi berkurang. Ada 3 madrasah pada jamannya dalam komplex itu : Madrasah Ulugh Beg (dibangun 1417 - 1420), Madrasah Sher-Dor (dibangun 1619 - 1636) dan Madrasah Tilya-Kori (dibangun 1646 - 1660).




Balik hotel, ternyata rombongan 4 org malah siap mau pergi, kabur dari conference hahaha. Akhirnya aku jalan lagi ikut mereka ke Ulghbek Observatory.
Masih ada waktu, mampir ke Eternal city, ethno park. Menikmati senja yang syahdu.




Malam acara welcome dinner di resto hotel juga.

Day 4 : 9 September 2024

Masih dengan spouse program, hari ini judulnya dari makam ke makam. Yang pertama ke Shakhi Zinda Necropolis, makam muslim keluarga Emir Temur (istri, saudara, ibu, guru, dll termasuk makam sepupu Nabi : Kusam Ibn Abbas). Per ruangan hanya ada 1 - 2 makam, dibangun dengan arsitektur yang bagus dan menarik hati, sehingga banyak obyek yang bisa difoto.





Makam ke-2 adalah St. Daniel, sejujurnya tidak terlalu menarik sih. 


Makan siang di El Merosi, sambil sesi perkenalan, menyanyi bersama dan joged bersama, lumayan pecah. Lanjut melihat folklore.





Malam adalah acara gala dinner, acara cukup menarik sih : makanan berlimpah, pertunjukan cukup bagus (walau semua berdiri jadi malah ga kelihatan), ada sesi dimana semua ikut menari sehingga suasana cair. Setelah itu lanjut ke Registan complex untuk melihat light show yang cukup spektakuler. Cantik. 



Balik hotel sudah larut malam, super ngantuk, jam 00.30 baru mau tidur which is jam 2.30 dini hari wib hahaha.

Selama 2 hari aku ikut spouse program :
- peserta sangat humble, ramah, dan bersahabat. Karena setahun sekali ketemu, jadi seperti keluarga.
- aku bersama Mrs. B (seorang India yang bisnisnya di Indonesia), beliau sangat "ibu2" banget, sehingga suasana jadi cair.
- evaluasi kegiatan pasti ada, catatan2 ada banyak untuk perbaikan.
- aku sambil memperkenalkan diri dan promosi untuk tahun depan mereka berkenan hadir ke Indonesia.

Uzbekistan saat ini suhu sangat bersahabat, kalau siang memang panas tapi masih oke untuk aku yang dari tropis. Kalau malam dingin dan berangin.
Makanan sebetulnya oke, saking kalau tiap hari daging dan oily jadi mblenger juga. Ada moment dimana aku sudah tidak sanggup untuk makan karena bau2-en hahaha. 
Yang aku heran, sebagai negara dengan mayoritas muslim, aku jarang sekali bahkan hampir tidak pernah dengar suara adzan. Juga agak sulit mau sholat misal ketika di perjalanan. Tidak banyak juga yang memakai hijab, yang memakai adalah ibu2 yang sudah berumur. 

Well, karena sudah panjang, aku lanjut ke tulisan sesi 2 ya. 











Komentar