20 Desember 2018
Dari Madinah jam 14, tadi sudah sholat dhuhur jama' ashar. Berhenti di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat. Sepanjang jalan, kami ber-talbiyah. Plus tidur, karena jauh kan, 5 jam. Sepanjang jalan di luar kota Madinah, saat ini terlihat hijau, tumbuh rumput dengan subur. Efek hujan, dan mungkin janji Allah, bahwa ketika Arab menjadi subur, maka akhir jaman semakin dekat.
Sampai Mekah jam 20, check in dulu, makan malam, lalu siap umroh. Kumpul di lobby untuk dibagikan head set. Lumayan juga, jadi pembimbing ga perlu teriak-teriak ketika thawaf, juga ketika terpisah bisa diberi pengarahan / petunjuk, pada ngumpul dimana . Sholat jamaah maghrib dan isya, kemudian thawaf. Jam segini sih enak, ga panas, agak sepi. Lanjut sa'i.
21 Desember 2018
Alhamdulillah jam 2 dini hari, rangkaian ibadah umroh telah selesai. Istirahat sebentar, jam 4 sudah berangkat ke masjid untuk sholat tahajud dan subuh. Pagi lanjut beli oleh-oleh dulu, belanja heboh hahaha.Kalau sudah bingung naruh barang di koper nya.
22 Desember 2018
Hari ini tour ke Mekah dan sekitar : Jabal Tsur (tempat Nabi bersembunyi bersama Abu Bakar dai kejaran tentara saat hijrah ke Madinah), Jabal Rahmah (sekarang ga ada lagi onta hiks), Arofah Mina Muzdalifah dan kemudian ambil miqat di masjid Ji'ronah. Kami umroh ke 2 untuk para leluhur : bapak ibu, eyang Malang, mbah Niti dan om Djalal (karena ga kagungan putra) - soale rombongan nya banyak, jadi dimanfaatkan untuk bagi tugas.
23 Desember 2018
After subuh, kita cus ke Jabal Nur, mau trekking ke gua Hira'. Bertujuh plus ustad Yusuf, kasihan beliau nuruti kita yang berpetualang hehe. Naik taxi, masih pagi jadi relatif sepi, ga panas plus bonus sunrise. Yuh ... meneladani jejak Rasul, perjuangan Beliau mendaki bukit untuk "mencari wangsit" dan kesetiaan Khatijah untuk mengantar makanan. Sekarang sih sudah enak karena difasilitasi dengan tangga, jaman th 1996 masih mendaki apa adanya, batu dan pasir. Lumayan menggos juga. Sekeliling gua sudah penuh dengan orang yang - tetap aja ada yang mengelus batu, sholat di dalam gua dll yang "gimana gitu".
After trekking, sarapan roti hasil ngembat tadi dari hotel, karena kita ga sempat sarapan. Diatas juga ada pop mie kok hahaha.
Pemandangan kota Mekah dari atas Jabal Nur lumayan amazing. Jadi jaman dulu, Nabi merenung sambil memandang kota Mekah dari atas juga.
Dari Jabal Nur, menuju masjid Taneem, untuk ambil miqat, kita mau umroh ke 3. Balik hotel, langsung umroh, sholat dhuhur pas di Sa'i. Thawaf kalau pagi / siang lebih luar biasa lagi kepadatan nya. Kasihan mbok e karena dia kan pendek, jadi depan nya punggung, merasa kaya sesak nafas. Aku yo rodo stress nggandeng mbok e lebih kenceng, jangan sampai lepas.
Kaki sudah lumayan gempor, susah jalan, mana harus ngejar jam makan siang karena jam 14 resto tutup hahaha. Untuk rejeki anak sholeha, masih boleh makan, porsi masih cukup. Naik kamar, langsung berangkat sholat ashar. Habis ashar, pengajian di lorong kamar ustad dan briefing untuk berangkat besok. Walhasil dimarahi orang Arab penghuni kamar sebelah, karena berisik hahaha.
Rencana mau mandi, jadi ga jadi, lha sudah mendekat sholat maghrib.
Malam packing baju, karena jam 21 koper besar harus sudah siap untuk diangkut.
24 Desember 2018
Jam 00 bangun, mandi, beresin koper kecil. Jam 1.30 berangkat untuk thawaf wada'. Sholat tahajud dulu di halaman Ka'bah, lanjut thawaf wada. Kalau dini hari gini sepi.
Ya Allah, jangan jadikan ini kunjungan terakhir saya, ijinkan saya untuk kembali ke sini untuk umroh dan bisa memberangkatkan lebih banyak lagi orang2 yang membutuhkan. Aamiin yra.
Jam 03.00 turun, menuju bisa, kita akan lanjut ke Jeddah. Selalu ada hati yang tertinggal di Mekah.
Lanjut edisi 3 ya.
22 Desember 2018
Hari ini tour ke Mekah dan sekitar : Jabal Tsur (tempat Nabi bersembunyi bersama Abu Bakar dai kejaran tentara saat hijrah ke Madinah), Jabal Rahmah (sekarang ga ada lagi onta hiks), Arofah Mina Muzdalifah dan kemudian ambil miqat di masjid Ji'ronah. Kami umroh ke 2 untuk para leluhur : bapak ibu, eyang Malang, mbah Niti dan om Djalal (karena ga kagungan putra) - soale rombongan nya banyak, jadi dimanfaatkan untuk bagi tugas.
23 Desember 2018
After subuh, kita cus ke Jabal Nur, mau trekking ke gua Hira'. Bertujuh plus ustad Yusuf, kasihan beliau nuruti kita yang berpetualang hehe. Naik taxi, masih pagi jadi relatif sepi, ga panas plus bonus sunrise. Yuh ... meneladani jejak Rasul, perjuangan Beliau mendaki bukit untuk "mencari wangsit" dan kesetiaan Khatijah untuk mengantar makanan. Sekarang sih sudah enak karena difasilitasi dengan tangga, jaman th 1996 masih mendaki apa adanya, batu dan pasir. Lumayan menggos juga. Sekeliling gua sudah penuh dengan orang yang - tetap aja ada yang mengelus batu, sholat di dalam gua dll yang "gimana gitu".
After trekking, sarapan roti hasil ngembat tadi dari hotel, karena kita ga sempat sarapan. Diatas juga ada pop mie kok hahaha.
Pemandangan kota Mekah dari atas Jabal Nur lumayan amazing. Jadi jaman dulu, Nabi merenung sambil memandang kota Mekah dari atas juga.
Dari Jabal Nur, menuju masjid Taneem, untuk ambil miqat, kita mau umroh ke 3. Balik hotel, langsung umroh, sholat dhuhur pas di Sa'i. Thawaf kalau pagi / siang lebih luar biasa lagi kepadatan nya. Kasihan mbok e karena dia kan pendek, jadi depan nya punggung, merasa kaya sesak nafas. Aku yo rodo stress nggandeng mbok e lebih kenceng, jangan sampai lepas.
Kaki sudah lumayan gempor, susah jalan, mana harus ngejar jam makan siang karena jam 14 resto tutup hahaha. Untuk rejeki anak sholeha, masih boleh makan, porsi masih cukup. Naik kamar, langsung berangkat sholat ashar. Habis ashar, pengajian di lorong kamar ustad dan briefing untuk berangkat besok. Walhasil dimarahi orang Arab penghuni kamar sebelah, karena berisik hahaha.
Rencana mau mandi, jadi ga jadi, lha sudah mendekat sholat maghrib.
Malam packing baju, karena jam 21 koper besar harus sudah siap untuk diangkut.
24 Desember 2018
Jam 00 bangun, mandi, beresin koper kecil. Jam 1.30 berangkat untuk thawaf wada'. Sholat tahajud dulu di halaman Ka'bah, lanjut thawaf wada. Kalau dini hari gini sepi.
Ya Allah, jangan jadikan ini kunjungan terakhir saya, ijinkan saya untuk kembali ke sini untuk umroh dan bisa memberangkatkan lebih banyak lagi orang2 yang membutuhkan. Aamiin yra.
Jam 03.00 turun, menuju bisa, kita akan lanjut ke Jeddah. Selalu ada hati yang tertinggal di Mekah.
Lanjut edisi 3 ya.

Komentar
Posting Komentar