Umroh 2018 (Edisi 1 : Madinah 17 - 20 Desember 2018)

Mb. Diah sekeluarga, sudah punya rencana untuk umroh sejak lama, th 2017, akan dilaksanakan pada Desember 2018, karena : Dina pas selesai internship, Adit dan Nindyo pas libur sekolah. Aku saat itu, menyatakan tidak ikut, karena tidak bisa ninggal bapak sendirian.
Ternyata Allah berkehendak lain, April 2018 bapak seda, sehingga akhirnya aku memutuskan untuk ikut.
Mb. Diah sekeluarga sejak awal memutuskan untuk plus Aqsa. Tadinya sih, aku oke-oke aja, giliran USD naik ga karuan, aku sempat berpikir untuk umroh nya saja, sesuai kemampuan, tapi mb. Diah "memaksa" berangkat bareng, pulang ya harus bareng. Akhirnya dengan sekuat tenaga, bisa nutup juga. Sejak awal aku berdoa, jika Allah mengijinkan, pasti diberi jalan (dana, ijin kerja, administrasi, dll, kelancaran dan kemudahan dalam semua hal).
Mencari travel biro yang bisa ke Aqsa, lumayan sulit juga, karena Aqsa sempat ditutup untuk kunjungan khusus dari Indonesia (muslim maupun non muslim). Setelah berbagai browsing, wa, email dll, akhirnya dapat juga yang pas : dekat (Yogya), harga relatif terjangkau dengan fasilitas sesuai yang kita inginkan, tanggal keberangkatan, jumlah hari, dan itinerary.
Kami mengajak mbok-e, mengingat : ortu sudah tidak ada, jadi tidak ada yang diurus secara khusus (rumah dititipkan ke adiknya mbok-e), dia sudah ikut hampir 30 th, merawat bapak ibu dari gerah sampai seda, merawat anak-anak dari bayi sampai dewasa, kalau lebaran selalu pulang mepet dan balik cepat, serta banyak hal lain.
Yang agak sulit, pengurusan administrasi mbok-e : KK, nama ortu, untuk pengurusan paspor. Untung agak jauh sebelumnya, jadi walau butuh waktu tapi bisa selesai.
Agustus kami mendaftar, September suntik meningitis dan penyerahan berkas. Kemudian persiapan ini itu, tek tok jadwal yang karena kami agak ruwet, terlalu banyak permintaan, hahaha.
Menjelang berangkat, masih harus ngurus surat keterangan ahli waris juga. Jadi pagi uthuk-uthuk, aku masih harus ke kecamatan hahaha.

17 Desember 2018

Bismillahirohmanirohim. Jam 09.00 berangkat dari Pantisari menuju Mliwis. Lanjut ke bandara Solo. Sudah ditemui oleh petugas travel biro, untuk mengurus koper dan mengantar kami ke lounge. Jam 11, by Garuda menuju Jakarta.

Tiba di Jakarta, sudah ditemui juga oleh petugas travel biro untuk mengurus koper dan mengantar kami ke terminal internasional. Kami makan mie GM dulu, hahaha, teteup. Setelah makan, ditemui lagi oleh petugas untuk mengantar kami masuk lounge di internasional, tanpa pemeriksaan imigrasi, melenggang begitu saja (kalau tas dan cabin tetap di X ray lah, standard). 
Sholat dulu. Nunggu di lounge lumayan lama juga, karena pesawat delay, harusnya terbang jam 16, eh jam 21 baru terbang. Hiyuh, ujian kesabaran pertama.

18 Desember 2018 (waktu Saudi Arabia)

Kami naik SV (Saudia Airline) dengan jalur : Jakarta - Riyadh - Madinah.Di pesawat isinya makan dan tidur hahaha. Sampai Riyadh jam 01.00 waktu setempat (beda 4 jam dengan Indonesia, yang sudah jam 05.00). Menunggu di pesawat, jam 02.00 terbang lagi menuju Madinah. Mendarat di Prince Mohammed Abdul Aziz International Airport jam 03.00, antri imigrasi (cepat kok), urus koper (sudah dibantu petugas), segera "diusir" keluar karena sudah akan subuh.


Sudah dijemput bis, menuju hotel Al Rawdah Royal Inn, check in, langsung otw masjid karena sudah lewat sholat subuh, jadi kita sholat sendiri aja (orang pulang dari masjid, kita baru datang hahaha).
Masih belum "ngeh",  habis sholat kita masih naik kamar mau mandi, bongkar koper dll, baru sadar kalau jam makan terbatas, jadi aku belum mandi buru-buru turun untuk makan. Habis makan langsung ke Raudhah untuk yang putri, yuhhh ... Agak yak2an juga nih.
Alhamdulillah bisa sholat di Raudhah, ngerti sendiri kondisi nya seperti apa, tapi yang antar kita lumayan "canggih". Mbok-e terus nggandeng dengan kencang karena takut hilang hehe. Pulang Raudhah langsung dhuhur, makan siang, ashar, sampai ga sempat mandi hiyuh ...
Sore jam 16.00 mengunjungi museum Al Qur'an, tidak terlalu luas, jadi cepat sih, habis dari museum sudah waktunya maghrib, lanjut isya. Pulang Isya' langsung makan, baru naik ke kamar untuk tidur.



19 Desember 2018
Jam 3 adalah mandi, jam 4 berangkat ke masjid untuk sholat tahajud sampai subuh, lanjut sarapan, kemudian tour. Tujuan adalah : masjid Quba (masjid yang pertama dibangun oleh Nabi), kebun kurma (langsung belanja heboh), lewat masjid Qiblataen (masjid dimana terjadi perintah perubahan arah kiblat, dari Baitul Maqdis ke Ka'bah), Jabal Uhud ziarah ke maqam paman Nabi : Sayidina Hamzah.


Balik hotel, lanjut sholat dhuhur dan ashar (tadinya mau ke Raudhah lagi ternyata ditutup). Untuk makan siang sudah bawa bekal roti dari saat sarapan hehe. Sore ada briefing untuk perjalanan ke Mekah besok, serta sedikit manasik lagi. Sholat maghrib lanjut isya, baru makan malam.
Madinah lumayan sejuk, kalau subuh, maghrib dan isya aku pakai coat, karena dingin dalam perjalanan dan dingin di dalam masjid. Hotel nya oke, not bad, makanan lumayan lah (nasi nya model ga akur, karena pisah-pisah hahaha). Wifi lumayan lancar, jadi bisa update juga (teteup).

20 Desember 2018

After sarapan, mb. Diah, Dina, mbok-e lanjut ke Raudhah. Aku stay di kamar, karena mau keramas mandi besar untuk ihrom. Juga ngurusi koper yang mau diambil dulu.
After lunch, kumpul di lobby, segera naik bis, menuju Mekah.

(lanjut ke edisi 2 ya).

Komentar