Dinamika politik

Th 2018 dan 2019 adalah tahun politik, karena ada pilkada dan pileg dan pilpres. Sudah pasti iklim politik bakal menghangat atau memanas. Apalagi jaman sekarang, semua bentuk media terbuka lebar : cetak, elektronik, visual dan sosial.

Masyarakat belum lupa, bagaimana luka dan sakitnya, ketika pilpres th 2014, lanjut pilkada DKI th 2017 yang luar biasa. Menurut saya, kubu kiri dan kanan sama-sama fanatik. Akan sangat mudah dan bahaya bagi pihak ke-3 untuk masuk, sedikit dipicu saja bisa meledak. Yang rugi siapa? Masyarakat Indonesia. Negara kita. 

Suka heran juga sih, semua bilang nya demi Indonesia, kalau gitu, kenapa ga bersatu saja? Kenapa mesti tercerai berai dengan berbagai kelompok, sibuk buat koalisi? hehe. So ... jadi ... kesimpulan ... karena masing-masing masih punya kepentingan. (semoga mau jujur hahaha).

Ada yang sibuk demi anak-nya. Ada yang sibuk demi diri-nya, harga diri-nya. Ada yang sibuk demi melanggengkan kekuasaan. dll. dsb. dst. Btw berarti berkuasa itu enak ya? hahaha. Mungkin mereka lupa, orang yang paling berat pertanggung jawaban di akhirat adalah seorang pemimpin. Efek kebijakan mereka bagi masyarakat dan dunia. Iya kalau benar, lha kalau salah? Ngeri boooo ... Itulah kenapa Umar menangis ketika diangkat menjadi khalifah, karena ngerti banget beban berat yang maha berat yang akan ditanggung-nya. Bandingkan dengan para pemimpin jaman now yang justru ambil kesempatan untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya ketika memegang kekuasaan. Hukum dunia mungkin mereka bisa lolos dengan berbagai cara (suap dll), tapi hukum akhirat adalah adil seadil-adilnya, Allah ga bisa disuap, para malaikat akan menjadi saksi apa adanya, ga bisa disuap juga. Hiyuh ... 
 
Belajar dari th 2014 dan 2017 yang wow banget, melihat wall teman-teman di medsos, masih banyak yang belum bisa move on, kubu sini menjelek-jelekkan pihak lain, kubu sana memamerkan kebaikan. Tapi banyak juga teman-teman yang lelah dan sadar, pihak tengah, yang berusaha tidak memihak dan memilih menjadi pihak yang adem, di tengah suhu yang panas (padahal cuaca lagi bediding, dingin banget hahaha). Semoga semakin banyak pihak yang sadar, ga ada gunanya ribut, menghujat, menghina, mencari jeleknya orang lain, atau pamer ini dan itu. Bantu saja dengan doa, agar Negara ini aman tentram damai. Kita semua punya kepentingan terhadap negara ini : lahir di Indonesia, hidup - besar - makan dari bumi Indonesia dan mungkin meninggal juga di Indonesia. Mari kita bangun negeri ini bersama-sama, karena tidak akan bisa hanya dibangun oleh kubu 1 saja atau kubu 2 saja.
 
Finally, saya pribadi lebih memilih untuk menjadi pengamat (walau kadang panas juga kalau ada yang kebangeten, baik dari sisi sini atau sana), berusaha menahan diri. Masing-masing pihak / pemimpin pasti punya lebih dan kurang nya, mereka manusia biasa. Just remember, posting-an kita juga akan dimintai pertanggung jawaban. Keep posting something positive, dari pada menyebar berita jelek terlebih lagi yang mengandung fitnah. Tidak perlu memecah belah negara ini menjadi pihak sini atau pihak sana.
 
Tetap menebar kebaikan. Tetap berbuat baik. Berkarya yang terbaik demi negeri ini. Rekam jejak seseorang pasti akan terlihat, mana yang tulus dan tidak. Semoga semua semakin cerdas. Siapapun yang terpilih, itu juga atas se-izin Allah, dan berarti itu yang terbaik, pasti ada manfaat yang bisa diambil. 
 
Salam damai untuk Indonesia. Salam menjelang bulan Agustus. Salam persaudaraan untuk kita semua. 

Komentar