Scuba diving certification

Luas lautan di Indonesia adalah 2/3 bagian dari keseluruhan area negara ini. Dan secara traveller, "harta karun" alias pemandangan bawah laut itu luar biasa indah. Itu adalah alasan utama bagi aku, sejak lama pengin belajar menyelam. Tapi bingung juga, dimana, atau harus bertanya ke siapa, ga ada bayangan sama sekali. Mencoba browsing juga tidak ada info untuk belajar diving di Solo. Yah ... harus memendam keinginan. Sampai kemudian ada setitik info, untuk mencoba bertanya ke SAR, tapi ga punya kontak juga, hadeh .... Btw akhirnya ada teman kantor yang punya kenalan orang SAR, mencoba bertanya, tapi tidak ada respons. Yah ... sudahlah ...

Sampai tiba-tiba, akhir tahun 2016 "bapak SAR" mengirimi brosur lewat WA, tentang pelatihan scuba diving bersertifikat. Pertanyaan berkut adalah : jadwal pelatihan, karena terkait jam kerja dan kesibukan. Alhamdulillah bisa diatur, karena pelatihan selama 4 hari, tiap hari hanya 4 jam (8 - 12) jadi bisa cuti 1/2 hari, yang 2 hari kebetulan libur jejer sabtu (imlek) minggu. 
Rumus dasar ; menyerahkan semua urusan, minta ijin sama Allah, maka urusan akan berjalan dengan baik dan lancar, diberi jalan keluar yang smooth.

Begitulah. Sebelum masa pelatihan, aku sudah ketemu dengan pelatih, dan salah satu syarat dasar adalah : harus bisa berenang gaya bebas. Nah lho, padahal blas ga bisa. Akhirnya harus "kursus khusus" untuk renang gaya bebas. Pake fin juga baru pertama, kebayang ribet nya, kaki terasa dibebani, mau gerak rasanya berat banget. Berenang jam 6 pagi, jam 7 selesai, mandi dan langsung ke kantor. Namanya juga usaha, harus ada pengorbanan, taelaaa ...
Akhirnya hari H tiba, 26 - 29 Januari 2017. 
Hari 1, mulai jam 6, melawan dingin. 
Menu wajib setiap hari : latihan menahan nafas dalam air dengan diam minimal 45 menit, latihan menahan nafas dengan berenang sejauh 25 meter, berenang dengan gaya dada sejauh 200 mt, berenang dengan gaya bebas dengan fin mask snorkel sejauh 400 mt.
 
Menu awal : berlatih entry dengan 2 gaya tanpa alat, giant step (seperti melangkah dengan kaki lebar) dan roll depan. Lalu belajar mask clearing (aku masih gatot) dan belajar meniup air dari snorkel (aku juga masih gatot), ternyata susah hehe.

Hari 2, mulai jam 7, agak cepat, cuma sampai jam 10.30 karena jum'at. Masih dengan menu dasar, plus entry dengan back roll dan pakai fin. 
Hari ini pengenalan alat :
1. Skin diving : fin (beda untuk kolam dan laut) (full fin dan ada yang memakai sepatu), mask (cara mengetahui mask yang baik, cara memakai), snorkel (cara memasang terkait dengan mask)
2. Scuba diving : BCD, tabung, regulator (pengenalan masing-masing fungsi alat : tombol isi / keluar udara, cek regulator dan octopus, cek tekanan tabung dan kedalaman air), belt pemberat (cara memakai)
Hari 3, mulai jam 7.30 dan berlangsung seharian sampai jam 15.30, OMG sudah semplah ga karuan. Setelah kemarin pengenalan alat, hari ini cara pemakaian dan perawatan. Mulai dari entry, kemudian kegiatan dasar didalam air : mask clearing, cara bertukar regulator, cara mengatur naik turun dll. Harus menggendong tabung seberat 10 kg, hadeh ... 
Dasarnya ga pede, jadi masih sering gelagepan, air masuk hidung, tertelan air, sampai batuk dan lemas, menu biasa buat aku wkwkwk.
Pas pulang, walau capek, ga bisa tidur, rasanya masih seperti terombang ambing arus air.





Hari 4, mulai jam 8, karena minggu, muter-muter cari parkir, dimana-mana penuh.
Setelah menu dasar, full dengan alat, full di bawah air, mulut sampai kering rasanya. So far sudah lebih terbiasa, walau karena badan ku ringan, jadi susah "tenggelam". Plus materi teori, bahasa isyarat (hand signal), dll.

Secara paket, mereka memang harus memberikan semua paket dasar, karena itu wajib. Secara aku, mungkin perlunya cuma "minimalis" karena berharap pada dive master ketika nyelam beneran. Tapi memang harus tahu sih, karena terkait safety. Jujur, susah dan berat (baik secara beban fisik dan mind set).
Special matur nuwun untuk para trainer yang sudah membimbing dengan sabar, terutama karena aku agak oon. Alhamdulillah semua berjalan baik dan lancar, dari cuaca, peralatan dan semua. Pas habis selesai latihan, pas hujan super deras mengguyur kota solo. 
Terima kasih : Surakarta Family Fun Dive Community, P. Sarjoko Lelono, m. Satryo, m. Anjar.
So ... kapan kita kemana?  

Komentar