Setiap manusia, pasti pernah punya masalah, dari yang sederhana sampai yang cetar membahana. Dari sekedar : sudah makan tapi kok masih pengin ngunyah sesuatu, sampai yang berat : ga punya uang, atau konfik dengan seseorang. Dari masalah pribadi, masalah kantor / kerjaan, masalah rumah tangga / keluarga, masalah masyarakat / tetangga, masalah kota, sampai masalah negara atau dunia. Masalah ekonomi, masalah percintaan, masalah komunikasi, masalah budaya, masalah hukum, dan lain-lain.
Reaksi orang dalam menghadapi masalah juga beda-beda. Ada yang ketawa-ketawa, meringankan masalah, sampai yang depresi berat bahkan bunuh diri. Secara ayat sih, dikatakan : Allah tidak akan membebani masalah diluar kemampuan kita untuk menanggungnya. Tapi mungkin yang menjalani tidak kuat juga, sehingga mengambil jalan pintas.
Secara kata-kata bijak : Tidak ada yang sia-sia. Tidak ada yang kebetulan. Semua terjadi atas ijin-Nya. Semua pasti ada hikmahnya.
Tapi sungguh, ketika menghadapi masalah, tidak serta merta bisa menerapkan kata-kata itu. Yang pasti perasaan marah, kecewa, sedih, bertanya-tanya mengapa terjadi, semua pintu seolah tertutup, tidak ada jalan, tidak ada yang menolong, mau marah tapi kepada siapa, dan sebagainya.Sekedar berbagi. Ketika menghadapi masalah, ketika ingin menangis, maka menangislah. Ketika ingin marah, salurkan energi dalam hal positif untuk membuang energi negatif (olah raga, hang out, belanja, dll). Ketika kecewa dan sedih, tuangkan dalam kata-kata (menulis, diary / blog). Yang pasti, hindari untuk mencurahkan isi hati di sosmed, tidak akan membantu justru mempermalukan diri sendiri. Banyak berdoa, mendekatkan diri kepada Allah. Doa semua Nabi ketika mereka dalam masalah besar, hanya 1 : mohon ampun kepada Allah (karena ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, maka permintaan kita akan dikabulkan). Perlu juga melakukan introspeksi diri, melakukan perbaikan diri. Hikmah yang dijanjikan Allah, penjelasannya bisa kita dapatkan dari mana saja : membaca link di sosmed / berita, membaca novel / buku-buku, melihat film, mendengarkan pengajian, hasil obrolan dengan teman, melihat kehidupan orang lain, atau bisa juga diberi kesadaran begitu saja / terlintas dalam pikiran. Ambil waktu secukupnya, mungkin akan berbeda bagi masing-masing orang untuk menyembuhkan luka hati.
Tujuan akhir hanya bagaimana membuat hati ini tenang dan tenteram. Bagaimana kita bisa ikhlas dan sabar menerima semua itu. Bagaimana bisa benar-benar berserah diri, karena semua adalah ketentuan dari Allah.
Kita merencanakan, Allah yang menentukan. Berat pasti, tapi ada banyak rahasia gaib yang kita tidak tahu. Semua orang / kejadian, terjalin dalam suatu hubungan sebab akibat, dalam suatu grand design / grand scenario yang ajaib. Mengapa orang itu hadir dalam hidup kita, tapi hanya menyakitkan hati. Mengapa kita berada pada kejadian yang diluar bayangan kita. Yang pasti, tidak ada yang sia-sia.
Allah rindu pada kita untuk bertobat. Allah rindu pada kita untuk berdoa. Allah rindu pada kita untuk memohon pertolongan. Allah rindu pada kita untuk menangis pasrah.
Karena pada Allah-lah, semua akan kembali.
(special thank's to Tere Liye for your book : Rembulan Tenggelam di Wajahmu, very inspiring)
Komentar
Posting Komentar