My Life, my adventure

Hidupku dekat dengan alam, petualangan dan jalan-jalan. Umur 1 tahun aku sudah sampai Bali hehe. (nah ... berhubung tidak tahu apa-apa, itu kupakai sebagai alasan untuk bisa kesana lagi). Semua itu ibarat pepatah : buah tidak jatuh, jauh dari pohonnya. Karena orang tua ku juga punya minat yang sama. Sejak kecil, aku sudah terbiasa jalan-jalan (apakah naik motor, mobil pick up, kendaraan umum, dll) ke pelosok desa. Naik gethek (rakit) nyebrang sungai, naik dokar (kereta kuda) sambil melihat persawahan, adalah sesuatu yang terekam kuat di otak.

Menginjak SD, Pramuka adalah "makanan" pertama untuk lebih mengenal alam. Kemah Persami, halang rintang, jurit malam, mencari jejak, terjun ke sungai, merayap di tanah becek, sudah menjadi hal yang tidak aneh. Pulang ke rumah dalam keadaan kotor karena tanah becek, bukan pemandangan aneh juga, hahaha. SD aku sudah naik ke Gunung Bromo. Jaman itu, masih aneh buat orang lain tentang hobi jalan-jalan keluargaku. Masih belum umum. Tapi sungguh itu pengalaman yang membuat aku "kaya raya".

Kami senang mencari lokasi baru yang menarik tapi mungkin belum banyak dikunjungi orang, meski harus menempuh medan yang tidak ringan. Dan proses itu mendidikku untuk tidak menyerah dalam mencapai sesuatu, terus berusaha sampai mendapat hasil yang maksimal, karena dengan perjuangan, hasil yang didapat terasa sungguh manis. Itu salah satu pelajaran yang bisa aku ambil dari hobi "jalan-jalan".

Mencari tempat baru, mencari pengalaman baru, selalu mencari tantangan baru, menambah wawasan, menambah pengetahuan, itu adalah hal lain yang bisa didapat. Naik rakit, naik perahu, naik kapal. naik kereta kuda, kereta bergerigi, kereta uap, kereta lori, truck, mobil terbuka, mobil tentara, bis, segala macam jenis kendaraan pokoknya (yang belum balon udara). Sungai, laut, selat, danau, dataran rendah, dataran tinggi, gunung, pegunungan, bukit, gurun, gua, semua jenis tempat juga. Rafting, snorkeling, trekking, swimming, paraceiling, semua jenis kegiatan (yang belum diving, surfing, dan panjat tebing, karena butuh keahlian khusus).

Tapi aku belum berani menyebut diri sebagai petualang, karena kegiatan yang aku jalani relatif masih bersifat aman, belum sampai yang kegiatan ekstrem. Juga belum sampai kepada bekerja pada hal itu. Masih sekedar minat, kesukaan, sedikit hobi (kalo hobi bener kan sesuatu yang rutin dilakukan).

Tempat yang sudah aku kunjungi? Hmmm ... harus dilist dulu nih. Bali sudah sekian kali, Sumatra (kurang Aceh), Kalimantan (baru Selatan), Jawa sudah semua. Sulawesi belum blas, juga Nusa Tenggara, Irian.
Next adventure? hmmm ... pertanyaan menarik. Ada banyak tempat indah di Indonesia yang belum aku eksplorasi. Derawan, Gili Trawangan, Bunaken, Makassar, Kelimutu, Raja Ampat, Semeru (dengan danau Ranu Kumbolo yang bisa bikin klepek-klepek), Lawu, aduuuhh ... ada banyak tempat yang bikin ngiler. (harus koordinasi dengan Presiden dan Menteri Keuangan nih).

The question is : it's difficult to find "someone" that have the same passion with me, hahahaha, ngeri ... ni orang ga ada ceweknya sama sekali hahahaha ...

Komentar