Berdasarkan hasil lunch meeting di Karimunjawa, sebelum kita pulang, terjadilah kesepakatan bahwa untuk libur lebaran kita gantian berkunjung ke Banyuwangi, ke Gunung Ijen. Setelah itu aku mulai search segala sesuatu tentang Gunung Ijen, ada apa aja sih, cara kesana, cuaca, akomodasi, dll. Tapi berhubung perjalanan ini ada panitya dari Banyuwangi, jadi akhirnya mereka yang handle, hehe. Aku tinggal mikir transportasi Solo - Banyuwangi - Solo aja.
Akhirnya diputuskan kita naik kereta saja, disana kita rental mobil aja, dengan pertimbangan jarak yang jauh dan lalu lintas lebaran yang pasti padat luar biasa. Dari pada stress dan capek di jalan. Akhirnya ikut-ikutan orang lain, belum masuk bulan puasa, tiket libur lebaran sudah di tangan, hahaha.
Persiapan detil dilaksanakan. Itinerary, day to day, time to time. Tiket oke. Perbekalan. Baju. Nha ini, harus siap dengan perlengkapan musim dingin. Sama-sama pergi 2 hari, dulu ke Karimun aku dan Bapak cukup dengan 1 koper. Sekarang mesti 2 koper, itupun aku butuh space 1,5 koper hahaha dasar perempuan. Lha untuk jaket aja sudah makan tempat 1/2 koper karena tebal.
Kita berangkat hari Minggu, 11 Agustus 2013 dengan kereta Turangga, menuju Surabaya. Dari jadwal seharusnya jam 04.20, baru berangkat jam 05.00. Wah deg-degan juga, karena connecting kereta ke Banyuwangi jam 09.00. Akhirnya lapor kondektur, oleh beliau ditelp-kan ke Surabaya, katanya bisa ditunggu maksimal 30 menit.
Ya wis, berdoa saja, plus aku yakin kalo ndherekke Bapak itu biasanya lancar jaya, hehe.
Aku sudah melengkapi diri dengan perbekalan untuk sarapan, burger dan nasi ayam Mc D (kan buka 24 jam), minum lengkap, plus buku "5 cm" untuk bacaan, bekal trekking gunung.
(narsis dulu di kereta, hehe)
Jam 09.00 tepat sampai di stasiun Gubeng, langsung pindah kereta Mutiara Timur Siang yang sudah siap di sebelah, begitu naruh barang (yang berkoper-koper), duduk manis, kereta langsung berangkat. Alhamdulillah. On schedule.
Jam 15.15 sampai di stasiun Karangasem, Banyuwangi, sudah dijemput oleh panitya dengan 3 mobil, karena jumlah orang dan barang. Senangnya bisa berkumpul dengan keluarga. Om Djohar sekalian, Rina sekeluarga, Titis, Tio. Dari Solo kita ber-8, jadi total 16 orang, wah ... bakalan seru nih.
Jam 23 bangun untuk siap-siap. Jam 24 kita sudah dijemput mobil dari travel biro Avril Ijen Tour. Paket kita Rp. 700.000,- untuk mobil, penginapan 1 malam, makan, pemandu.
Perjalanan dari Banyuwangi - Paltuding, pos terakhir di kaki Gunung Ijen, sekitar 1 jam. Begitu sampai Paltuding, membuka pintu mobil dan turun, WOW ... langsung disambut udara dingin dibawah 10 derajat, OMG. Langsung melengkapi diri dengan jaket tebal, tutup kepala, masker dan sarung tangan. Setelah berdoa, kita mulai mendaki jam 01.30.
Berhubung peserta tertua berumur 81 th dan peserta termuda kelas 4 SD, harap dimaklumi kalau sebentar-sebentar kita istirahat, mengatur nafas dan minum. Kalau sudah lihat kayu atau batu, langsung pengin duduk aja bawaannya. Akhirnya jarak 3 km kita tempuh dalam waktu 3jam, hehe. Sebetulnya type jalan lumayan enak, karena cukup lebar (bukan jalan setapak). Sepanjang perjalanan, karena cuaca cerah sehingga langit begitu bersihnya, kita bisa melihat bintang yang bertaburan dengan sinarnya yang berkelip-kelip, so ... beautiful. Beberapa kali aku melihat bintang pindah (lintang alihan) atau meteor aku ga tahu. Kata Dina, aku disuruh "make a wish" hehe (apa ya? hmmm). Bintangnya cantik banget (sayang ga bisa difoto, such a romantic view)
(pos 2, pondok bunder)
Sampai di puncak jam 04.30, disambut angin dingin yang kencang dan cukup membekukan tulang, plus "badai pasir" sehingga harus hati-hati dengan mata. Kita ke pagar batas, melihat blue fire dari kejauhan. Kalau mau turun ke bawah, jalannya cukup curam dan "mengerikan" dalam pandangan saya.
Pagi, kita disuguhi oleh pemandangan yang fantastis, Ijen Crater (danau kawah Ijen) yang berwarna hijau kebiruan. Plus asap dari belerang. Disisi lain, semburat matahari yang mulai muncul, terlihat indah dengan garis orange-nya. Untuk sunrise, kita tidak bisa melihat matahari secara utuh, karena terhalang beberapa gunung di sekitar.
Di sisi lain, kita foto "di atas awan", fantastik banget. Setelah puas berfoto ria, jam 06.00 kita turun gunung. Setelah terang, baru kita bisa melihat medan juang kita tadi malam. Ada jurang di sisi kiri. Jalan yang berbatu kerikil, sehingga beberapa kali kita terpeleset ketika turun. Kita banyak bertemu dengan pendaki asing, kebanyakan dari Perancis. Bonjour Monsieur.
Kita juga membeli souvenir belerang yang sudah diukir. Para penambang belerang sungguh luar biasa perjuangannya. Harus mendaki dan turun ke bibir kawah. Mengangkat sekitar 70 - 80 kg belerang, dimana harga 1kg belerang hanya Rp. 700,-. Itupun sehari mereka minimal bolak balik 2x. Harga souvenir ini hanya Rp. 10.000,- (langsung deal tanpa menawar, mengingat perjuangan mereka, huaaa ...)
Jam 08.00 sampai di bawah, langsung makan. (tadinya mau ke toilet, tapi yang buka cuma 1, karena listrik juga cuma ada jam 17 - 05, air terbatas).
Setelah berkumpul semua, kita menuju Blawan, PTP XII perkebunan kopi, kita akan menginap di Catimor Homestay, bekas rumah / kantor administratur jaman Belanda. (ada tulisan Anno 1894 lho). Rumah kuno dengan dinding dari "gedeg" (bambu). Tapi dalamnya sudah lumayan modern sih, tempat tidur, kamar mandi air panas (ketinggian 925 m dpl). Masih kedinginan. Masih tidak ada sinyal, jadi mati gaya deh, 2 hari ga bisa update status, hahaha. (Ini kaki ampun deh rasanya, gempor, sakit banget, waduh ...)
Sore kita ke air terjun Ceding yang cukup menggelegar. Juga ke kolam air panas belerang. Tapi untuk berendam, mending di hotel aja, karena yang di pemandian umum benar-benar campur antara laki dan perempuan.
Pagi nya jalan-jalan ke pabrik kopi yang bersebelahan langsung dengan homestaynya. Tapi sayang produk kopi sudah habis diborong turis asing.
Jam 10 kita check out, menuju perkampungan asli penduduk Banyuwangi, masyarakat Osing di Desa Kemiren, melihat rumah tradisional mereka.
Lanjut ke pantai (ha ... dari super dingin ke super panas, bisa kebayang rasa badan dong, hehe) untuk paraceiling, hiyaaa ... asyik juga, terbang booo ...
Dan berakhirlah masa liburan di Gunung Ijen dan Banyuwangi. Indahnya Indonesia-ku. Happy independence day.
all team
Pertanyaan selanjutnya adalah : what is the next adventure?

Komentar
Posting Komentar