Gua Pindul

Tg. 15 Juli lalu, saya ikut rombongan BPR. Sukadana jalan-jalan ke Gua Pindul. Gua Pindul adalah obyek wisata baru di daerah Wonosari, Gunung Kidul. Sekitar 10 km dari Wonosari. Untuk menuju kesana, petunjuk arahnya masih sederhana, berupa kertas, belum berupa papan petunjuk permanen dari Pemkab. Ada banyak ojek yang menawarkan diri untuk menjadi penunjuk jalan, "iklannya" sih gratis, tapi tidak tahu kenyataannya. Jalan menuju Gua Pindul sih relatif mudah, cukup lebar dan halus. Hanya saja ketika sudah masuk desa Bejiharjo, jalannya masih berupa jalan desa, belum aspal. Jadi disarankan untuk tidak membawa mobil sedan, sebaiknya naik motor atau jenis APV.

Gua Pindul dikelola oleh Karang Taruna setempat. Karena di tengah pedesaan, maka belum ada area khusus untuk parkir. Parkir ditempatkan di lapangan atau halaman rumah penduduk. Sehingga kita perlu sedikit jalan menuju base camp-nya. Setiba di base camp, kita mendaftar terlebih dahulu, memilih program apa yang kita kehendaki. Ada gua pindul, gua tubing pindul, air terjun, rafting, dll. Dengan harga berkisar pada 25 - 35 ribu, kita sudah mendapatkan paket : baju pelampung, ban, sepatu gua,  pemandu, welcome drink berupa wedang jahe atau wedang pindul yang menghangatkan dan mak nyus. Base camp buka mulai jam 08 pagi, jadi jika bisa, sebaiknya datang sepagi mungkin. Tutupnya setelah semua peserta habis.

Setelah menunggu antrian yang cukup lama, sementara belum ada banyak warung makan (hanya ada 1), jadi sebaiknya membawa bekal camilan dan minum secukupnya, karena waktu tunggu lumayan lama. Peserta dipanggil sesuai rombongan, 1 rombongan maksimal 20 orang, jika kurang maka digabung dengan rombongan / peserta lain. Kita diberi baju / jaket pelampung, sepatu gua (dari bahan karet, anti gores jika kena batu di dalam gua). Kemudian di-briefing oleh instruktur, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Setelah doa bersama, kita diberi ban pelampung sebagai "kendaraan" kita menjelajahi gua. 



Sedikit berjalan melalui jalan desa untuk menuju bibir gua pindul. Oh ya, kenapa sih mesti pakai pelampung (jaket maupun ban)? Karena gua pindul bukan gua kering, melainkan dialiri sungai, oleh karena itu kita perlu peralatan khusus untuk penjelajahan ini. 

Sampai dibibir sungai, kita mulai naik ban satu demi satu, untuk kemudian diatur formasi sambil bergandengan tangan. Setelah siap, kemudian "digiring" oleh pemandu untuk melintasi gua sepanjang +/- 500 meter, dengan "waktu tempuh" sekitar 30 - 40 menit.


Pemandu menggunakan senter di kepala, sambil menjelaskan stalaktit dan stalakmit yang ada, mata air mutiara untuk awet muda, batu perkasa, sarang kelelawar, dll. Ada daerah terang, semi terang dan gelap, yang benar-benar gelap karena tidak ada setitik pun cahaya. Ada juga daerah yang sempit, sehingga kita harus "berjalan" satu demi satu, plus menjaga kepala masing-masing agar tidak terbentur dinding gua. 

Akhirnya tiba di daerah yang luas dan terang, dimana peserta bisa "turun" dan berenang atau terjun dari tebing rendah. Air sungai cukup jernih, yah ... hijau-nya sungai lah. Setelah itu perjalanan berakhir, sudah keluar dari gua. Tinggal menepi dan turun dari ban pelampung.


Untuk kembali ke abse camp, kita naik mobil terbuka yang telah disediakan. Sampai di base camp, ada banyak toilet untuk kita bisa membersihkan diri (mandi Rp. 2.000,-). 

Finish deh. Pengalaman baru, menikmati pemandangan alam yang benar-benar alami, mengagumi "pahatan" Tuhan yang luar biasa, sekaligus refreshing. 

See you in the next adventure ...

Komentar