Tgl. 11 Juli ada pilgub di DKI, kenapa menjadi special, karena salah satu kontestan adalah walikota Solo tercinta, p. Jokowi. Dimulai dari pencalonan-nya yang kontroversial, karena masih aktif menjabat di Solo, juga karena "masih bau kencur", sementara lawannya adalah orang yang sudah "berpengalaman" dan punya backing kuat. Selain itu hasil survey dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa incumbent masih sangat kuat, dan memegang elektabilitas tinggi.
Tapi secara langkah pertama, p. Jokowi sudah melakukan "action"nya dengan elegance, dia mengunjungi rakyat Solo yang telah memilihnya sebagai walikota dengan suara 90%, menjelaskan baik-baik dan mohon doa restu. Alhasil warga Solo "melepas"nya dengan ikhlas dan bahkan memberikan dukungannya.
Jadi walaupun pilgub nya di Jakarta, warga Solo ikut heboh. Dukungan diberikan dalam bentuk doa di majelis pengajian, juga keberangkatan sejumlah rombongan ketika kampanye terakhir di Jakarta. Belum lagi lalu lintas bbm yang ikut bagian dalam kampanye tersebut, dari warga Solo untuk disebarluaskan kepada teman dan sanak saudara di Jakarta.
What amazing ...
Dan ketika hasil penghitungan quick count menunjukkan kemenangan Jokowi walau belum cukup untuk hitungan satu putaran, semua orang terhenyak, tidak menyangka dan takjub. Setelah itu semua orang rame-rame mengulas, mengapa bisa berhasil, apa strateginya, apa rahasianya, dll. Membalikkan semua hasil survey. Semua lawan menjadi hormat. Dan yang tidak tahupun menjadi penasaran akhirnya.
Buat saya sebetulnya sederhana saja, tapi yang sederhana itu menjadi barang langka, jadi orang mungkin menjadi heran. Jokowi memimpin dengan hati, sehingga dia mendapatkan "hati" dari orang yang dipimpinnya. Sesederhana itu. Bagaimana memanusiakan manusia, menghargai dan menghormati orang lain, menyapa mereka, mendengarkan suara mereka, bersama mereka ketika susah.
Pemimpin saat ini seringnya duduk di singgasana, menganggap jabatan adalah fasilitas kemewahan, padahal jabatan seharusnya adalah amanah. Pemimpin seharusnya melayani rakyat, bukan minta dilayani. Pejabat identik dengan rumah mewah, mobil mewah berderet-deret di garasi, pelesir ke luar negeri, menyekolahkan anak di luar negeri, pesta mewah, barang bermerk, dll. Sungguh kontras dengan keadaan rakyat di bantaran sungai yang selalu waspada terhadap bahaya banjir, rakyat yang bingung dengan biaya pendidikan dan kesehatan yang super tinggi.
Semoga bisa menjadi contoh bagi semua orang, terutama saya sendiri. Semoga Jakarta menjadi kota yang lebih baik bagi semua orang. Tugas Jokowi bakalan berat, karena pe-er nya memang banyak, banyak masalah, banyak penduduk, melawan birokrasi yang lebih tinggi, dan lawan politik yang lebih beragam. Tapi as long as dia menjadi diri sendiri, tetap pada "style"nya, semoga semua akan bisa dilewati, tentu saja dengan dukungan doa dari semua pihak dan bersandar sepenuhnya pada Allah SWT.
For the next second period of election, I'm sure that you will be a winner. It will be amazing and standing ovation for you Sir. Insya Allah, amin ...
Komentar
Posting Komentar