Reuni

Menurut kamus (pribadi), reuni berasal dari kata Re-union, re = kembali, union = persatuan / bersatu, jadi kira2 arti dasarnya ya ... bersatu kembali. Bersatu kembali setelah lama tidak ketemu, bersatu kembali setelah saling bertengkar, bersatu kembali setelah menyadari kesalahan masing2 dan ingin memperbaikinya, bersatu kembali setelah melewati masa2 yang sulit, bersatu kembali demi suatu tujuan yang lebih baik, dll, dsb.

Reuni yang umum terjadi adalah dengan teman2 sekolah, baik reuni SD, reuni SMP, reuni SMA, reuni mahasiswa. Tapi aku belum pernah reuni TK hehe, padahal masa TK rasanya masa yang penuh kegembiraan, belum ada masalah, belum ada konflik, atau justru itu yang menjadikan kurang seru ya? hehe. Reuni dengan teman sekolah selalu diisi dengan rasa kangen setelah sekian lama (bisa berpuluh tahun) tidak ketemu, saling bertukar cerita perkembangan diri (sudah berputra berapa, sekarang tinggal dimana, profesinya apa, dll), saling nostalgia (dulu ngerjain guru, colut bareng, jajan dan jalan bareng, belajar bersama, saling nyontek, naksir si A, konflik sama si B, pacaran dengan si C). Tak jarang jadi ketemu mantan pacar yang menikah dengan teman sendiri. Hahaha semua bumbu bercampur jadi satu, yang membuat reuni itu menjadi ramuan resep yang lezat. Paling terharu kalau bertemu dengan para guru yang dengan dedikasi penuh, menggoreskan tinta sejarah dalam perjalanan hidup kita, mereka yang membekali kita tidak hanya dengan ilmu tapi juga nasehat dan bekal budi pekerti, sebagai bahan untuk kita melangkah lebih jauh lagi dalam hidup ini.

Reuni SD terjadi setelah tidak ketemu selama 26 tahun. Terjadi perubahan yang sangat signifikan dari masa lalu, yang pasti sudah "membesar" semua hehe. Tapi kalo sudah ketemu ya jadi lupa kalo sudah berumur, kelakuan jadi kembali ke masa SD dulu hahahaha. Very surprised ketika para guru masih ingat kelakuan kita dulu, yang jahil, yang cerewet dan tidak bisa diam, yang nakal, yang pintar, yang nangisan, yang ..., yang ... wah macam2. Terlebih karena kita hanya 1 kelas bersama-sama selama 6 tahun, jadi ingatan kebersamaan itu sangat melekat erat. 

Reuni SMA terjadi setelah tidak ketemu selama 20 tahun. Mungkin karena dalam satu angkatan ada banyak kelas (Fisika 4 kelas, Biologi 3 kelas, IPS 1 kelas), jadi terlalu banyak teman, jadi agak2 susah mengingat si A kelas apa, si B itu siapa, mungkin juga karena memoriku pentium 1, jadi super lemot.

Reuni SMP secara formal belum terjadi, tapi sebetulnya sama saja dengan reuni SMA, karena kita dulu pindah sekolah. Teman2 dari SMP 1 pindah ke SMA 1, mayoritas. Dibanding SMA, buat aku SMP lebih berkesan, ada kemah, ada Pramuka, ada OSIS, ada seabreg kegiatan. SMA sudah terlalu mikir untuk nyari universitas, jadi lebih serius dan kurang kegiatan sampingan.

Reuni mahasiswa di tahun 2007 / 2008, agak lupa. Masa2 mahasiswa juga menggoreskan tinta yang cukup dalam di kehidupan. Belajar mandiri, belajar bertanggung jawab, belajar lebih dewasa, belajar bersosialisasi, belajar mengatasi masalah, belajar berorganisasi, belajar bekerja, dll. Dengan jumlah mahasiswa dalam 1 angkatan yang tidak terlalu banyak, hubungan dengan teman2 sangat erat, juga dengan kakak kelas bahkan dengan dosen, semua seperti sahabat.

Alhamdulillah dengan kemajuan teknologi, semua yang jauh terasa dekat. HP dengan sms-nya, BB dengan BBM-nya, FB, YM, email. Semua membuat dunia ada dalam genggaman. Tidak masalah kalian - teman2ku sayang - ada di jagat mana, selalu bisa terhubung dengan mudah, cepat dan murah.  Indahnya silaturahim ...

Ada lagi 1 reuni yang ada, dengan para senior di tempat kerja. Kami mengadakan acara untuk reuni dan pelepasan para senior yang telah dan akan purna tugas. Bahkan di tempat kerja pun, aku menemukan suasana kekeluargaan yang sangat kental. Kami menghormati dan menghargai senioritas, karena merekalah yang telah meletakkan fondasi yang kuat untuk kami berpijak dan membesarkan apa yang sudah mereka mulai bangun. Tanpa mereka, kami bukan apa2.

Ah ... ada lagi yang terlewatkan, reuni keluarga. Untuk keluarga besar seperti keluarga-ku, kalau tidak dikumpulkan dan diperkenalkan, bisa ga tahu kalau si A atau si B masih ada hubungan keluarga. Keluarga-ku sangat menghormati garis keturunan, maksudnya keluarga dari 1 mbah canggah atau 1 mbah buyut, masih terus dipelihara hubungannya, walau untuk jaman sekarang, mungkin dirasa sudah terlalu jauh hubungannya. Jadi kadang memang hanya tahu bahwa si A masih saudara, tapi kalau dirunut bagaimana garisnya, bisa bingung, bisa macam2 istilahnya, saudara misan, mindo, atau apalah.

Reuni tidak selalu harus dalam jumlah banyak, dengan pesta besar dan makan-makan yang berlimpah. Reuni bisa saja antara 2 - 3 orang, di teras rumah, ditemani teh / kopi dan jajanan sederhana, yang penting adalah keakraban dan semangat persaudaraan.

Sebetulnya apa sih maksud reuni itu? untungnya apa sih? Dalam Islam diajarkan untuk kita selalu menjaga tali silaturahim, ukhuwah islamiyah. Bahkan orang yang seiman, siapapun dia, adalah saudara kita. Salah satu manfaat silaturahim adalah memperluas pintu rezeki. Secara dasar, bisa saja ketemu teman lama, kemudian saling berbisnis, dsb. Tapi rezeki tidak selalu materi kan? Sahabat membuat hidup kita seimbang, sahabat memberi kita arti hidup, sahabat adalah harta yang tak ternilai, sahabat adalah permata hati.

Tapi reuni juga ada side effect yang tidak menyenangkan juga, jika ada yang dengan sengaja atau tidak 'memamerkan' kelebihannya / keberhasilannya, baik dalam keluarga (anak-nya hebat semua, istri / suami cantik / ganteng), harta benda (rumah, mobil, pesiar luar negeri, perhiasan), atau juga pangkat dan jabatan. Seolah yang tidak punya itu semua adalah orang yang tidak berhasil.

Well ... apapun, semoga segala sesuatu bisa kita maknai dengan bersih dan lurus.
Note : memory 27 november, grand city, with my 2 best friend, love you all.

Komentar