Ini adalah inti dari ilmu psikologi (menurut kamus saya lho), keseimbangan antara 3 komposisi diri, yaitu pikiran, badan dan jiwa. Jadi kalau mau sehat secara psikologis, 3 komponen ini harus sehat, seimbang, tidak berat sebelah, dan tercukupi kebutuhannya. Kalau salah satu terganggu, berarti ya belum sehat seutuhnya, masih ada yang timpang, masih ada yang belum "beres".
Mind alias pikiran
Seringnya orang mendengungkan agar kita mempunyai pikiran yang positif alias positive thinking. Lha memang 100% betul. Coba aja anda punya pikiran negatif, sudah pasti akan mengganggu kestabilan yang lain, rasa jengkel, sebel, ga suka, marah, kecewa. Itu kalau menganut rumusan : rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Lihat orang pakai baju baru, iri. Lihat orang bisa dekat atasan, sebel. Lihat teman punya keluarga yang harmonis, cemburu. Ada orang dapat promosi, iya aja dia pintar menjilat. Walah ... capek. Bagaimana anda melihat sesuatu, hanya tergantung jendela yang dipakai untuk memandang, kalau jendelanya bersih, semua akan terlihat cerah dan indah, kalau jendelanya kotor, pelangi-pun akan terlihat hitam legam. Sama-sama berpikir dan mengeluarkan energi, mbok dipakai untuk mikir yang baik2 aja, pasti semua akan tampak indah. Akan 'ngefek' ke semua hal, jadi enteng, tidak mudah tersinggung, sabar, makan enak, tidur nyenyak. Juga termasuk memberikan hak kepada 'pikiran' berupa ilmu pengetahuan yang baik, membaca untuk menambah wawasan, mengasah otak agar selalu tokcer dan tidak lemot. Apakah sama antara orang yang berilmu dan tidak? Nabi pun bersabda untuk kita selalu belajar sejak dari buaian hingga liang kubur. Dan tuntutlah ilmu sampai ke negeri china. Menunjukkan betapa pentingnya ilmu bagi peradaban hidup manusia. Juga hak untuk refreshing. Jika pikiran sudah buntet dan semua terasa salah, itu saatnya anda harus meletakkan segala sesuatu dan 'pergi' untuk menyegarkan kembali pikiran anda.
Body atau badan / fisik
Kalau anda sakit, apakah dunia terasa indah? Misal anda sakit, opname di kamar super VVIP, diberi suguhan makanan nomer 1, dengan semua fasilitas yang luar biasa, apakah anda bisa menikmati semua itu? Rasanya tidak. Kalau anda sakit, apakah bisa merasakan bahagia? Tapi bandingkan ketika anda sehat, nasi + sambal + tempe saja bisa luar biasa enaknya. Untuk menjaga kesehatan badan, tubuh perlu mendapatkan hak2nya secara legal, itu yang orang dengungkan sebagai pola hidup yang sehat. Makan cukup 3x sehari, perbanyak air putih, buah dan sayur, olah raga cukup jangan bermalas-malasan, tidur cukup alias jangan begadang, tidak mengkonsumsi hal2 yang tidak baik. Islam mengajarkan kita untuk puasa, karena menurut penelitian ilmu kesehatan, puasa adalah proses detoksifikasi (pembuangan racun) yang paling sempurna. Nabi mengajarkan untuk makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, semua dalam porsi yang pas, tidak berlebihan. Ini juga termasuk dalam menjaga kebersihan tubuh, mandi 2x sehari, memakai wangi2an, memakai pakaian yang pantas (sesuai event), merawat kulit, rambut dan wajah. Total performance. Kalau anda sehat, penampilan oke, rasa percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya.
Soul atau jiwa
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya (al Fajr ayat 27 - 28). Ini yang orang dengungkan sebagai ketenangan jiwa. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang beriman, jiwa yang tahu kemana dia akan berlabuh, jiwa yang tahu kemana dia akan menuju. Saat ini ada banyak jiwa yang tidak tenang, mereka mencari pelabuhan pada miras, obat terlarang, dugem, kebut2an, demo, pelampiasan emosi yang salah arah (bunuh diri, minggat, penyiksaan, pelecehan). Jiwa yang gelisah, mencari jalan keluar dengan shopping, workaholic, memuja kemewahan dunia, mencari pengakuan lewat harta, jabatan, status sosial.
Ada 1 bagian dari tubuh manusia, jika bagian itu bersih, maka bersihlah semuanya, jika bagian itu kotor, maka kotorlah semuanya. Satu bagian itu adalah hati. Hati yang bersih dipenuhi dengan cahaya Ilahi, hati yang fitrah, hati yang bening laksana cermin, yang akan memberitahu manusia mana yang baik dan harus dilakukan, serta mana yang tidak baik dan harus dijauhi.
Jiwa yang tenang akan tampak dalam kehidupan keluarga yang harmonis, hubungan dengan sesama yang saling menghormati (baik yang diatas, sejajar, atau dibawah). Dan yang paling utama, jiwa yang tenang adalah jiwa yang berserah, karena hanya kepada-Nya lah, kita semua akan kembali.
So ... guys, mari kita jaga keseimbangan 3 komponen tersebut, agar kita sehat dan bahagia lahir batin, dunia akhirat. Mari kita jaga agar pikiran kita bersih, badan kita sehat dan jiwa kita tenang. Hmmm ... what a wonderful world.
terinspirasi ketika mendengar kabar, seorang dokter yang terkena stroke karena terlalu giat bekerja. get well soon, dok ...
Mind alias pikiran
Seringnya orang mendengungkan agar kita mempunyai pikiran yang positif alias positive thinking. Lha memang 100% betul. Coba aja anda punya pikiran negatif, sudah pasti akan mengganggu kestabilan yang lain, rasa jengkel, sebel, ga suka, marah, kecewa. Itu kalau menganut rumusan : rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Lihat orang pakai baju baru, iri. Lihat orang bisa dekat atasan, sebel. Lihat teman punya keluarga yang harmonis, cemburu. Ada orang dapat promosi, iya aja dia pintar menjilat. Walah ... capek. Bagaimana anda melihat sesuatu, hanya tergantung jendela yang dipakai untuk memandang, kalau jendelanya bersih, semua akan terlihat cerah dan indah, kalau jendelanya kotor, pelangi-pun akan terlihat hitam legam. Sama-sama berpikir dan mengeluarkan energi, mbok dipakai untuk mikir yang baik2 aja, pasti semua akan tampak indah. Akan 'ngefek' ke semua hal, jadi enteng, tidak mudah tersinggung, sabar, makan enak, tidur nyenyak. Juga termasuk memberikan hak kepada 'pikiran' berupa ilmu pengetahuan yang baik, membaca untuk menambah wawasan, mengasah otak agar selalu tokcer dan tidak lemot. Apakah sama antara orang yang berilmu dan tidak? Nabi pun bersabda untuk kita selalu belajar sejak dari buaian hingga liang kubur. Dan tuntutlah ilmu sampai ke negeri china. Menunjukkan betapa pentingnya ilmu bagi peradaban hidup manusia. Juga hak untuk refreshing. Jika pikiran sudah buntet dan semua terasa salah, itu saatnya anda harus meletakkan segala sesuatu dan 'pergi' untuk menyegarkan kembali pikiran anda.
Body atau badan / fisik
Kalau anda sakit, apakah dunia terasa indah? Misal anda sakit, opname di kamar super VVIP, diberi suguhan makanan nomer 1, dengan semua fasilitas yang luar biasa, apakah anda bisa menikmati semua itu? Rasanya tidak. Kalau anda sakit, apakah bisa merasakan bahagia? Tapi bandingkan ketika anda sehat, nasi + sambal + tempe saja bisa luar biasa enaknya. Untuk menjaga kesehatan badan, tubuh perlu mendapatkan hak2nya secara legal, itu yang orang dengungkan sebagai pola hidup yang sehat. Makan cukup 3x sehari, perbanyak air putih, buah dan sayur, olah raga cukup jangan bermalas-malasan, tidur cukup alias jangan begadang, tidak mengkonsumsi hal2 yang tidak baik. Islam mengajarkan kita untuk puasa, karena menurut penelitian ilmu kesehatan, puasa adalah proses detoksifikasi (pembuangan racun) yang paling sempurna. Nabi mengajarkan untuk makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, semua dalam porsi yang pas, tidak berlebihan. Ini juga termasuk dalam menjaga kebersihan tubuh, mandi 2x sehari, memakai wangi2an, memakai pakaian yang pantas (sesuai event), merawat kulit, rambut dan wajah. Total performance. Kalau anda sehat, penampilan oke, rasa percaya diri akan tumbuh dengan sendirinya.
Soul atau jiwa
Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-mu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya (al Fajr ayat 27 - 28). Ini yang orang dengungkan sebagai ketenangan jiwa. Jiwa yang tenang adalah jiwa yang beriman, jiwa yang tahu kemana dia akan berlabuh, jiwa yang tahu kemana dia akan menuju. Saat ini ada banyak jiwa yang tidak tenang, mereka mencari pelabuhan pada miras, obat terlarang, dugem, kebut2an, demo, pelampiasan emosi yang salah arah (bunuh diri, minggat, penyiksaan, pelecehan). Jiwa yang gelisah, mencari jalan keluar dengan shopping, workaholic, memuja kemewahan dunia, mencari pengakuan lewat harta, jabatan, status sosial.
Ada 1 bagian dari tubuh manusia, jika bagian itu bersih, maka bersihlah semuanya, jika bagian itu kotor, maka kotorlah semuanya. Satu bagian itu adalah hati. Hati yang bersih dipenuhi dengan cahaya Ilahi, hati yang fitrah, hati yang bening laksana cermin, yang akan memberitahu manusia mana yang baik dan harus dilakukan, serta mana yang tidak baik dan harus dijauhi.
Jiwa yang tenang akan tampak dalam kehidupan keluarga yang harmonis, hubungan dengan sesama yang saling menghormati (baik yang diatas, sejajar, atau dibawah). Dan yang paling utama, jiwa yang tenang adalah jiwa yang berserah, karena hanya kepada-Nya lah, kita semua akan kembali.
So ... guys, mari kita jaga keseimbangan 3 komponen tersebut, agar kita sehat dan bahagia lahir batin, dunia akhirat. Mari kita jaga agar pikiran kita bersih, badan kita sehat dan jiwa kita tenang. Hmmm ... what a wonderful world.
terinspirasi ketika mendengar kabar, seorang dokter yang terkena stroke karena terlalu giat bekerja. get well soon, dok ...
Komentar
Posting Komentar