Day 5 : 10 September 2024
Jadwal spouse hari ini adalah shopping, jadi aku join di conference nya. Aku harus ketemu dengan ITMF secretariat, melihat venue : settingan nya, audio visual nya, screen nya, acara nya, dll. Tidak ada MC, jadi langsung moderator yang memandu. Hari ini pembicara dari para pemenang award. Tekstil di masa depan, semua tentang : sustainability, low carbon, zero waste, recycling, save the planet dan sejenis.
Kemudian pemutaran video invitation untuk ITMF annual conference 2025. Nice.
After lunch, kita melakukan factory visit, ada 2 perusahaan : garment dan karpet (dalam integrated textile). Factory 1 : secara hanya ada 500 karyawan, maka relatif sederhana. Agak aneh ketika posisi APAR cukup tinggi, contoh dibanding dengan tinggi nya aku, mungkin beda aturan ya hehe (kalau Indonesia kan 125 cm). Factory 2 : bersih untuk ukuran textile.
Malam, kita cari resto chinese food, yang ada kuah kaldu segar nya hahaha, apa daya, pesan dumpling isinya tetap lamb wekekek.
Day 6 : 11 September 2024
Hari ini judulnya "post conference program" selama 2 hari ke Bukhara. Dari Samarkand kita naik fast train lagi, kumpul jam 09.45 di lobby, lumayan agak bisa bangun siang. Ada 40 orang peserta, dibagi dalam 2 bis, karena semua bawa koper2 besar hahaha. Agak mepet juga sampai ke stasiun nya, karena urusan koper2 ini. Menempuh jarak sekitar 200 an km, memakan waktu sekitar 1,5 jam. Sampai Bukhara, langsung makan siang dulu di area Laby Hauz. Aku kalau siang, makan banyak, karena lapar, tapi kalau malam ga selera, karena memang jarang makan, plus porsi yang selalu besar.
Bukhara, kota yang menjadi Unesco heritage, sehingga mereka tidak bisa sembarangan "merenovasi" apapun. Kesan kota memang kota lama banget. Tapi disini dilahirkan tokoh2 besar :
- Imam Bukhari, lahir di Bukhara, wafat dan dimakamkan di Samarkand, sekitar 25 - 30 km dari kota. Karena area makam yang sedang renovasi, maka tidak bisa dikunjungi.
- Ibnu Sina, bapak kedokteran, dengan nama "barat" : Avicenna. Namanya diabadikan dalam kata medi"cine".
Setelah makan, mulai jalan lagi, yang pertama ke Kalyan Minaret, masjid terbesar ke-2 setelah Bibi Khanym di Samarkand. Alhamdulillah akhirnya disini aku mendengar suara adzan. Masuk ke area masjid, harus memakai baju tertutup dan tutup kepala (scarf / pashmina / sejenis).
Lanjut ke trading dome : pusat perdagangan yang ada seni karpet nya, seni tenun nya, seni sulam nya. Bagus, tapi lumayan hahaha. Mata uang UZS alias Som, sebetulnya unda undi dengan IDR : 1 som = 1,2 rupiah. Harga karpet tergantung banyak hal : ketebalan, kehalusan, kerumitan, dan seni nya.
Makan malam di area Laby Hauz lagi, di tempat berbeda. Yang langsung kita makan habis adalah buah melon, karena segar. Aku ga bisa menyentuh makanan apapun, karena sudah merasa eneg (kondisi lagi ga fit, nggliyer cause of my period). Sambil disuguhi floklore dan fashion show.
Kemudian menuju hotel, yang lumayan sederhana hehe. Yah cuma semalam, penting bisa tidur.
Day 7 : 12 September 2024
Bangun pagi, sarapan jam 7 karena jam 8 sudah check out.
Pertama menuju Sitorai Mokhi-Khosa Palace alias summer palace nya Emir Bukhara. Tentu saja sekarang sudah jadi museum. Ada ruang tunggu, hall besar, area penerimaan yang akan menghadap. Ada harem. Kemudian koleksi : alat makan, baju2 dan untuk penampilan.
Kemudian menuju Ark Citadel, benteng di tengah kota sebagai kediaman / kantor resmi Emir, Ada "tempat parkir" dan kandang kuda, coronation hall, masjid, juga area penggalian arkeologi dimana dari 1 titik kita bisa melihat seluruh kota Bukhara.
Setelah itu makan siang, kembali ke area Laby Hauz. Lumayan lama disini, karena paket tour sudah selesai, dan kita tinggal menunggu jadwal kereta menuju Tashkent. Kondisi ku sudah lumayan, dan karena siang, sudah lapar, maka porsi yang disajikan, aku bisa habis, walau menu palov lagi hahaha.
Berangkat ke stasiun, kali ini jarak lumayan jauh : Bukhara - Tashkent, makan waktu 4 jam. Sudah nyiapin minum dan snack. Siap tidur.
Sampai Tashkent jam 20 an, say good bye to everybody. Menuju hotel agak drama, karena taxi nya lumayan ngaco. Salah hotel, tapi oleh orang hotel kemudian dicarikan taxi yang baik dan benar. Sampai Wyndham Garden hotel, naruh barang, kemudian keluar cari makan. Ternyata lagi mati lampu, jadi resto sushi yang kita tuju tidak bisa melayani. Sebelahnya ada hotel, untung resto nya oke : pesan french fries, pasta, ayam goreng yang langsung kita nikmati dengan sangat bersyukur, setelah seminggu full oily, akhirnya dapat yang gurih2. Makan kaya orang kelaparan, langsung habis dengan cepat.
Day 8 : 13 September 2024
Our last day in Uzbekistan, tapi flight nya masih nanti malam. Masih ada drama karena flight nya mundur, sehingga ngefek ke flight berikut termasuk domestik nya. Yah ... mari dinikmati saja.
Bangun agak siang, jam 9 makan dulu, setelah itu baru mandi dan packing. Jam 12 check out tapi nitip koper. Kita city tour dulu.
Pertama maksud hati mau ke Hazrati Imam complex, apa daya taxi nya ngawur lagi, sehingga kita diturunkan di Emir Temur statue. Daripada ruwet, change destination dulu, mungkin harus "sowan penguasa" dulu ya hahaha. Sedikit jalan menuju statue, terus jalan nyari taxi lagi. Sampai Hazrati Imam masih waktu sholat jum'at, nunggu bentar.
Jadi Hazrati Imam adalah imam dan khotib pertama di Uzbek, dalam kompleks itu ada : masjid, madrasah, museum dimana ada mushaf dari jaman Khalifah Utsman yang dibawa Amir Temur ke Samarkand.
Kemudian kita naik taxi lagi menuju Mall untuk maksi, nemu resto Jepang. Ini lebih parah lagi, kita pesan banyak, tiap pesanan diantar, langsung habis. Jadi ketika waiter antar pesanan berikut, sambil angkat piring yang kosong, begitu terus, hahaha, mungkin dia bingung lihat "kelakuan" kita yang makan dengan "luar biasa".
Dari maksi, kita nyoba naik metro, yang katanya pertama kali dulu di Asia. Stasiun nya oke, bersih. Kereta nya ada yang lama, ada yang baru. Beli tiket cuma som 2.000, murah meriah. Menuju chorsu market, kesan pertama bingung, karena benar2 pasar, padahal tujuan kita nyari oleh2 hahaha. Setelah masuk lebih dalam, nemu bagian souvenir2. Syukurlah. Masih banyak yang belum terbeli, bahkan untuk diriku sendiri haha. Sekaligus ngabisin uang, karena mata uang yang tidak umum, maka bakal susah kalau masih sisa banyak.
Sampai sekitar jam 17 an, bawaan sudah mulai banyak. Balik hotel, nyari taxi selalu menjadi masalah disini, karena kalau taxi umum, mobilnya jelek dan rata2 pengemudi tidak bisa bahasa Inggris. Jadi sering mencari orang baik untuk membantu mencarikan taxi online pakai aplikasi mereka. Kendala bahasa menjadi masalah yang lumayan.
Sampai hotel, kita makan dulu ke resto hotel yang semalam, karena simpel tapi enak. Balik hotel untuk re-packing, mager sebentar kemudian sekitar jam 21 berangkat ke bandara. Masih nunggu lumayan lama, ya sudah, main hape dan melihat sekeliling aja.
Day 9 : 14 September 2024
Boarding jam 01.30 terbang jam 2 an, langsung blek tidur. Dibangunkan untuk sarapan, lanjut tidur lagi. Sampai KUL jam 13.20 local time, nyari petugas untuk perpindahan, makan siang, nyobain laksa, enak. Kemudian menuju gate yang dituju. Jam 15.45 boarding terbang jam 16.30 local time, mendarat on schedule jam 17.30 wib. Alhamdulillah sampai Indonesia. Antri bagasi dan mendengar suara adzan itu sesuatu banget, setelah seminggu ga dengar adzan.
Aku lanjut stay di Jakarta karena ada acara keluarga, manten, sampai tg 16 September. Yang 3 nginap lagi di Jakarta karena domestik masih besok.
Tambahan :
Gus Emir Mausoleum adalah makam Emir Temur, anak nya, cucu nya dan guru nya. Batu nisan nya warna hitam, beda dengan yang lain, tapi itu hanya simbol, karena real body ada di bawah gedung agar tidak diganggu.
So far sudah semua aku ceritakan. Bersyukur banget dengan perjalanan ini, seperti umumnya orang, penginnya ke Eropa, dan bahkan sebagai orang Muslim pun, tidak terlintas untuk mengunjungi negara ini, mungkin karena pengaruh masa lalunya. Padahal ternyata Uzbekistan adalah hidden gems, melahirkan tokoh2 besar, menyimpan sejarah yang luar biasa, dan sangat indah. Tetapi apakah aku akan kesana lagi? tidak tahu hahaha.
Mungkin memang Allah "mengijinkan" aku ke negara2 Islam yang "out of the box" yang "tidak umum". Apapun, alhamdulillah, matur nuwun untuk kesempatan yang diberikan.
Komentar
Posting Komentar