Misool, Raja Ampat, The Heaven on earth (sesi 2)

Day 4, 9 juni 2019. Sarapan pagi dengan bahagia. Fyi, saya sudah mencanangkan, untuk tidak mandi pagi ketika di pulau ini, karena nanti mau renang dan eman air nya terbatas. Sedikit sedih karena mb. Diah harus balik pagi ini. Nasib ibu pejabat, resiko tugas.

Jam 08.30 WIT kita mulai trip. Tujuan pertama ke Balbulol, balbul = ikan, lol = dalam. Kita take picture disini. Semuanya breathtaking, sooooo ... beautiful. Airnya hijau biru, bening, bersih, pulau-pulau karst menjulang berbentuk seperti tumpeng tapi puncaknya tumpul.



Berikutnya menuju Gamfi, pantai pasir putih yang biasa dipakai nelayan untuk singgah. Karena ini mulai musim ombak besar, maka pulau ini kosong. Kita mendaki ke bukit. Fyi, di Misool, semua karst, batu karang, keras dan tajam. Jadi musti dan kudu hati-hati banget, baik ketika melangkah, maupun pegangan. ga boleh kepeleset atau salah pegang, bisa sobek (baju, kulit dan daging). Jadi rumus utama : pastikan pakai sepatu gunung (bukan sepatu kets biasa) atau sandal gunung.  Masalahnya adalah : semua pemandangan bagus, bisa didapat kalau kita mendaki (hahahaha).



Selanjutnya menuju Namlol, kita maksi disini dengan rantang catering, duduk di pohon yang jatuh, beralas pasir putih. Kemudian menuju agak tengah, siap-siap basah sekaki (full) untuk foto di batu runcing. Harus tetap pakai alas kaki, karena mungkin ada pecahan kerang tajam atau yang lain. Walau sebetulnya enak berjalan di pasir putih lembut tanpa alas kaki.


Lanjut ke Bukit Lenmakana, tempat danau ubur-ubur (stingless jellyfish). You know what? Dari air laut, kita langsung merapat ke bukit batu, tanpa mendarat dulu di pasir, eaaaa ... ada seutas tali tambang yang akan membantu : baik untuk jalur pendakian maupun untuk pegangan. Mana jalur pendakian sangat terjal, full batu karst, super tajam, perjuangan demi ubur-ubur ini luar biasa banget. Dina korban 1 sepatu, jebol, hahahaha, ga kuat dengan batu karang.

Alhamdulillah ubur-ubur nya ada, karena ini musim dia mati atau mengendap di bawah untuk bertelur. Kalau musim bagus, sebetulnya di permukaan pun sudah penuh. Saat ini posisi mereka di tengah, jadi mesti berenang ke tengah danau dan melihat ke bawah. Kita tidak boleh berenang pakai fin, karena kalau nendang mereka bisa mati. Tapi mereka unyu juga ya, warnanya orange, ukuran sedang / kecil, lembut (walau ga megang sih).







Dari ubur-ubur, menuju Gua Putri Termenung, sedikit mendaki dan menyusur gua, tapi ga parah sih jalurnya (dibanding tadi, rada shock juga nih). Lanjut snorkeling (tapi karena arus rada kuat, mual juga, jadi aku sebentar aja).


Terakhir kita menuju Yapap : christmas tree / batu layar / batu kipas. Yang "lucu" adalah, dalam satu wilayah, bentuk batu bisa seragam.


Selesai untuk hari ini. Sudah jam 17 WIT, jam pulang, karena memang sekeliling menjadi gelap jadi harus balik basecamp. Sudah capek, sudah mual juga hahaha. 

Komentar