Umroh 2018 (Edisi 3 : Jordania, 24 - 25 Desember 2018)

24 Desember 2018

Dari Mekah jam 03.00 menuju Jeddah, langsung ke masjid Qishos untuk sholat Subuh. Air nya sedingin es. Sayang situasi gelap, jadi belum bisa foto. Keliling kota Jeddah untuk menuju ke Bandara King Abdul Aziz. Sarapan box yang enak : nasi, ayam bakar, oseng tempe dan telur. Masuk imigrasi dan ruang tunggu. Flight kita jam 10.50 menuju Jordan dengan SV juga. Menunggu sambil ngantuk2 sambil lihat orang2 di sekeliling.

Di dalam penerbangan, makan lagi hahaha gimana ga gemuk, baju sesak, perut jemblung, hiyuh ...
2 jam penerbangan, kembali ke masa lalu selama 1 jam, karena beda waktu dengan Saudia 1 jam (Indonesia jam 7, Saudia jam 3, Jordan jam 2). Pilot mengumumkan, suhu di darat 11 derajat, kita saling pandang dan senyum. Mendarat di Queen Alia International Airport Jordan jam 12. VoA berlaku di Jordan, sudah diurusi oleh petugas imigrasi setempat, kita duduk manis aja. Handling nya Cahaya Imani lumayan oke, jempol. Diluar sudah ditunggu bis, betul aja, langsung anyep di luar. 

 
Langsung menuju Gua Al Kahfi, cave al kahf, gua tempat 7 orang pemuda tertidur selama 300 th karena menghindari penguasa yang kafir, seperti dalam surat Al Kahfi. Kita sholat di masjid yang ada, bagus, bersih, walau ada air hangat tapi yang keluar masih air sedingin es. 



Mampir beli shewarma, makanan khas Turki, berupa (seperti) martabak isi ayam, kentang goreng dan sayur serta saus mayonaise dan saus tomat. Makan lagi. Kondisi ku mulai drop, batuk pilek, walau masih bisa bertahan, minum panadol. 
Selanjutnya ke maqam (monumen) Nabi Syuaib, agak jauh, makanya diganjel perut dulu. Disini, istilah maqam tidak berarti kuburan, hanya monumen saja, simbolis, karena jasad para Nabi (kecuali Nabi Muhammad), tidak ada yang diketahui keberadaan nya.


Menuju hotel Le Vendome, model klasik, tapi oke lah. Makan malam, sebetulnya super kenyang, tapi tetap turun ke resto cari something yang hangat. Ada sup tapi isinya kacang hijau, lucu juga, tapi rasanya ga aneh juga kok.

25 Desember 2018

Sarapan asyik, makan roti, dadar, telur rebus sambil ngobrol dengan rombongan dari Malaysia. Kalau mereka hanya tour muslim ke Jordan dan Palestine. 

Pagi ini kita ke Petra, horeee ... !!!
Mampir ke Wadi Musa dulu, tempat mata air yang keluar dari tongkat nabi Musa. Kemudian makan dulu di Petra Magic, asli menu nya enak banget : ikan, ayam, daging, pasta dll. 
Sampai di Petra, tiket masuk mehong juga, 50 JD, jadi kalau tidak meng-eksplor seluruh area, super luas, bagus semua dan butuh waktu untuk foto hahaha. Paling tidak, minimal, butuh waktu 6 jam. Lebih baik berangkat sejak pagi, karena jam 6 sudah buka. 


Ada banyak moda transportasi : kuda, keledai, kereta kuda, dan onta. Tapi akan lebih sensasional kalau Anda berjalan kaki karena akan banyak berhenti untuk foto.










Ada 15 obyek bangunan yang bisa dikunjungi, semua nya amazing, tapi kami hanya bisa beberapa saja : Bab Al Siq (menhir makam), The Siq (1,2 km berupa bukit batu), The Treasury / Al Khaznah (pahatan langsung di batu, setinggi 40 mt), The street of facades, The colonnaded street dan Ad Deir / Monastery (paling ujung, paling jauh, harus mendaki, naik 1000 tangga). 


Siapkan stamina, siapkan waktu, bawa bekal minum dan snack (asumsi disana serba mahal), pakai baju yang nyaman sesuai cuaca. Dan Anda akan mendapatkan perjalanan yang tak akan terlupakan.

Lanjut edisi 4 ya.


Komentar