Hijab

Sejak agak lama, ada sih keinginan untuk ber-hijab. Merasa iri, melihat teman-teman masa lalu, yang aku kenal lumayan "gaul", dulu pakai rok mini, dugem, eh ... malah sudah pakai hijab duluan. Tapi yah ... baru sekedar keinginan, belum benar-benar pengin.

Untuk "mencicil" kondisi, sekitar sejak pertengahan th 2016, aku mulai pakai blouse lengan panjang kalau ke kantor. Walau kalau pergi juga kadang malah masih pakai lengan pendek, hahaha.

Salah 1 hal yang aku bayangkan adalah : bakalan gerah banget.
So akhirnya aku menentukan 3 kondisi sebagai moment yang "kalau itu terjadi, maka aku akan mulai pakai hijab" : kalau aku menikah, kalau aku umroh, kalau bapak seda. Please jangan memandang negatif, terutama yang terakhir, bahwa aku menunggu moment itu.

Entah kenapa, moment terakhir yang datang duluan. Maka sejak bapak pulang dari RS dalam kondisi sudah seda, sabtu 7 April 2018, aku mandi dan Bismillah mulai pakai hijab. Demi Allah, aku masih belajar taat. Demi bapak (dan ibu) agar terhindar / berkurang "tanggung jawab" dosa yang terkait aku. Demi aku sendiri, karena sekarang aku sendiri, maka aku harus lebih mem-proteksi diri sendiri.

Alhamdulillah, segala sesuatu yang kita lakukan karena Allah, akan diberi jalan. Ternyata - walau cuaca saat ini sedang panas luar biasa - bagaimanapun Indonesia adalah negara tropis - sumuk pasti, tapi yang aku rasakan bukan gerah yang luar biasa. Jadi rasanya ya biasa-biasa saja, tidak se-mengerikan yang aku bayangkan.

Aku tidak ber-muluk-muluk. Just untuk Allah, berjalan begitu saja untuk menjadi lebih baik. Semoga niat baik ini di-ridhoi, aamiin.

Komentar