Harga Diri


Suatu hari saya masuk kantor sebagai unknown person : naik motor, pake jaket, kaca mata, helm, masker. Walhasil, Satpam hanya diam saja. Biasanya kalau saya naik mobil, mereka semua berdiri dan memberi hormat. So ... kesimpulan adalah : yang dihormati adalah mobilnya (hehe).

Begitu juga kalau saya ke toko. Kalau saya pakai baju yang stylish, pramuniaga akan melayani dengan semangat, walaupun mungkin saya tidak membeli. Akan tetapi kalau saya pakai baju street style, pramuniaga akan cuek, walaupun pada dasarnya saya niat mau membeli sesuatu. Jadi kesimpulan selanjutnya : yang dihormati adalah baju saya.

Itulah kehidupan nyata. Orang seringkali menghormati orang lain berdasarkan apa yang menempel pada dirinya : jabatan, harta benda, status (pendidikan, keluarga, dll). Karena itulah yang nampak secara kasat mata. Jarang orang menghormati kita berdasarkan kita apa adanya, karena itu adalah sesuatu yang tidak nampak, dan untuk nampak butuh waktu panjang sebagai pembuktian.

Jadi sebetulnya ketika orang menghormati kita, tidak perlu sombong / bangga, karena mereka menghormati "tempelan" yang ada pada kita. Juga ketika orang tidak menghormati kita, tidak perlu minder / rendah diri atau juga sedih.

Allah menciptakan masing-masing dari kita dengan kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna, jadi tidak perlu merasa rendah diri karena kekurangan, atau sombong karena kelebihan. Kalau ada orang yang merendahkan orang lain, sungguh dia sedang "merendahkan" Gusti Allah yang telah menciptakan seseorang yang sedang direndahkan.

Menjadi diri sendiri, apa adanya, tidak peduli dengan tempelan-tempelan, adalah sikap bijaksana yang seharusnya diterapkan. Karena kita hidup atas dasar diri kita, tidak perlu penghormatan dari orang lain atas dasar tempelan. Secara lahir, kita dulu telanjang. Secara meninggal, pada akhirnya kita juga tidak membawa apa-apa, hanya tertutup oleh kain kafan (kecuali membawa amal baik sebagai teman sejati).

So guys ... pe de aja lagi, dengan apa yang ada pada dirimu. Perbaiki diri sebagai pribadi yang "nice person". It will be nice.

Selamat merayakan hari kemenangan ...   

Komentar