Silaturahim

Semua agama pasti mengajarkan kebaikan, salah satunya adalah silaturahim, mempererat tali persaudaraan dengan siapapun. Terkadang dalam suatu hubungan, pertemanan yang sederhana sekalipun, pasti mengalami pasang surut. Pertengkaran kadang terjadi. Berujung pada sakit hati.

Memang berat ... tetapi ... memaafkan jauh lebih baik, lebih baik untuk memberikan energi positif, terutama untuk diri sendiri. (coba aja Anda membenci seseorang, sudah pasti akan ada banyak energi negatif dalam diri Anda, susah tidur, ga enak makan, membuat hidup tidak tenang, dll dsb).

Ada banyak kata-kata atau kalimat bijak, bahwa kematian bisa datang sewaktu-waktu tanpa permisi. Bisa saja kita belum sempat berbicara, tetapi seseorang itu sudah keburu meninggal. Akan ada banyak penyesalan jika kita tidak sempat sekedar "menyapa" seseorang tersebut. Atau bisa jadi ini adalah "kalimat terakhir" yang kita ucapkan kepada mereka, karena besok mungkin dia sudah tidak bersama kita lagi.

Itu juga sebetulnya yang terjadi pada saya. Saya hanya berusaha untuk menyambung tali silaturahim, walau sudah disakiti dengan amat sangat. Saya hanya tidak ingin menyesal belum sempat "bercakap-cakap" dalam sebuah kebaikan. Terlebih lagi, saat ini, teman-teman dan orang-orang terdekat saya banyak yang meninggal tiba-tiba tanpa sakit terlebih dahulu.

Tapi niat baik pun tetap butuh ujian. Niat baik tidak serta merta diterima baik oleh orang lain. Mungkin mereka punya anggapan lain tentang hal itu. Ternyata sekedar menyapa dan berteman pun bisa dianggap sebagai sesuatu yang lain.

Oalah ... ya sudahlah, saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau belum bisa diterima dengan baik, ya monggo. Penting bukan saya yang memutus tali silaturahim. Hukumnya berat dihadapan Allah.

Seperti kata sepupu saya, menjadi orang baik itu ujian nya berlipat ganda, luar biasa berat.

Mari pererat tali silaturahim. Jika besok saya tidak lagi bisa bersama kalian semua, mohon maaf atas semua kesalahan. Hidup ini terlalu singkat untuk sesuatu yang negatif. Rugi besar. Mari beribadah sebaik mungkin, dan beramal sebanyak mungkin. Kepada Allah kita semua akan kembali.

Selamat menyambut ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1436H, mohon maaf segala kesalahan. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT, dan kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.    

Komentar