Kekuatan sebuah gosip

Merujuk kejadian akhir-akhir ini, dimana pblik dibingungkan dan disesatkan oleh berbagai pemberitaan yang simpang siur. Saya mencoba melakukan sedikit eksperimen, tentang kekuatan sebuah gosip. Dengan seijin yang bersangkutan, saya buatkan dia sebuah gosip. (Thank's to Heri).

Hari Senin, Heri memasang status di bb, tentang betapa sakit perutnya ketika kolik. Hari Selasa, Heri pasang dp kartu asuransi kesehatan, dan statusnya tertulis : betapa pentingnya arti kesehatan. Hari Rabu, Heri ke Rumah Sakit untuk cek lab, dan kembali ke kantor dalam kondisi tangannya ada perban sebagai tanda dia ada tindakan penyuntikan. Hari Kamis, Heri tidak masuk. 

Kamis, Heri tidak masuk, dia bercerita kalau harus gantian dengan ibunya, menjaga bapaknya yang sedang opname, sakit jantung, di ICU sejak hari Minggu.  Saya bilang, besok kamu ga masuk, aku tulis di bb group kalau Heri di rumah sakit.

Begitulah kejadiannya, hari Kamis, betul saya menulis di bb group : Heri hari ini di Rumah Sakit. (tidak salah, karena dia bertugas menjaga bapak-nya). Sementara dp Heri adalah nama Rumah Sakit tersebut, dan statusnya masih berkisar : sehat itu mahal harganya. Dan betul saja, setelah itu bb langsung tuat tuit, Heri sakit apa, di rumah sakit mana, kamar apa, jadinya sakit ginjal / usus?, semoga cepat sembuh ya pak, dll, dsb.

Dengan fakta bahwa sebelumnya memang Heri ada keluhan sakit, dan beberapa kejadian bahwa dia berhubungan dengan Rumah Sakit, diperkuat dengan dp dan statusnya dia, maka lengkaplah "fakta" dan "data" bahwa Heri sedang sakit dan OPNAME di Rumah Sakit. (padahal saya hanya menulis Heri DI Rumah Sakit - itupun karena menjaga bapaknya).

Betapa mudahnya membuat gosip, ketika ada fakta dan data yang mendukung hal itu. Padahal initi sari berita belum tentu tentang itu. Betapa mudahnya memelintir fakta dan data agar sesuai dengan maksud kita untuk membuat berita yang menyesatkan. 
 
Terlebih kalau itu diucapkan oleh orang yang dianggap bisa dipercaya, tokoh atau orang yang jadi panutan. Benar-benar seperti api kecil disiram bensin, langsung menyala dan berkobar-kobar.
 
Belajar dari ini semua, mencoba mengambil hikmahnya, untuk tidak begitu saja percaya pada sebuah berita, untuk tidak mudah percaya pada ucapan seorang tokoh sekalipun. Semua harus dicek kebenarannya sampai ke hal yang detil. Karena mungkin ada sedikit fakta dan data yang terlewat / disembunyikan, dan yang sedikit itu mungkin bisa mengubah keseluruhan arti dari berita tersebut.
 
Betapa Allah meminta kita untuk menjaga lisan dan tulisan, karena memang ternyata sangat berbahaya bagi kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan. Betapa bahayanya ghibah (nggosip), dari sekedar bercanda, bisa merusak nama baik seseorang, bisa merusak kepercayaan seseorang, bahkan bisa memecah persatuan suatu bangsa dan negara, bisa memecah kondisi hitam putih.
 
LUAR BIASA ...
 
Semoga kita semua bisa belajar dari hal ini, untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan statement - secara lisan maupun tulisan. Berucaplah yang baik-baik saja, atau lebih baik diam.

Menjelang akhir bulan Ramadhan, menyambut Idul Fitri, semoga kita semua bisa kembali ke fitrahnya, amin ...


Komentar