Magic of "K"

Karimunjawa, part 2.

Aku sudah pergi ke banyak tempat. Indonesia khususnya. Pulau Jawa, dari barat ke timur. Pulau Sumatra, Medan, Padang, Palembang. Pulau Kalimantan, Banjarmasin - Kalimantan Selatan. Pulau Bali. Yang belum memang Lombok, Sulawesi, Irian. Luar negeri juga lumayan banyak. Thailand, Singapore, China, Jordania, Palestine, Arab Saudi, Australia. Sampai terakhir nulis di blog, awal tahun, my big dream masih sama : ke Eropa. Itu destinasi yang bikin aku rela nabung, search berbagai page, riset berbagai travel biro. 

Tapi ...

Semua bubar jalan ketika aku mengenal Karimunjawa. Rasanya seperti orang jatuh cinta : yang pengin kembali, yang merasa kurang dengan kunjungan singkat, kangen, klepek-klepek, termimpi-mimpi, ngelamun, mengulang-ulang kejadian ketika disana. Masih ditambah dengan membuka semua artikel, search berbagai travel biro, membuka berbagai page, melihat berbagai posting di youtube, dan  paling penting tetap berhubungan baik dengan koresponden utama : my tour leader.

But i'm not alone. Dari berbagai cerita atau artikel yang aku baca, banyak orang mengalami hal yang sama. Yang kangen, yang jatuh cinta, yang ingin kembali, dll, dsb. Katanya memang kalau sudah minum air Karimunjawa, someday pasti akan kembali kesana. Keponakan-ku malah lebih parah, ketika masih disana,  belum lagi pulang, aku sms, dia bilang pasti akan kembali kesana suatu hari, hehe.

Aku juga dengan semangat 45 ikut mempromosikan Karimunjawa dengan caraku sendiri, menulis di blog, share di facebok, review di trip advisor, review di jalan2.com, nulis di detik travel, promosi ke teman-teman. Sampai temanku bilang, aku jadi travel agent Karimunjawa hehe, simbolnya putri duyung. Dia bilang, aku disuruh buka resort aja disana, wkwkwk. Maunya ...

Sebetulnya ada apa to disana, sehingga membuat eropa menjadi terhapus dari priority list. Entahlah ... Yang pasti disana aku merasa damai, ayem, tentrem, ga mikir dunia yang hiruk pikuk, suasana begitu tenang. Mungkin karena aku terlalu capek dengan kota besar yang ribet, urusan dunia yang tidak ada habisnya, masalah yang silih berganti, banyak orang yang tidak tulus, terlalu banyak politik, dll, dsb. Di Karimunjawa semua itu tidak ada. Mata dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Perasaan dibuai oleh ketenangan dan kedamaian. Disana aku menjadi diri sendiri, ga mikir penampilan harus menarik atau rapi-rapi. Semakin nyaman pakaian, semakin disarankan, sehingga kostum sehari-hari adalah celana, kaos dan sandal jepit. Ga mikir make up, ga mikir colour matching, ga mikir pendapat orang nanti bagaimana, dll.

Masih banyak hal yang ingin aku lakukan disana. Di benak sudah terpikir daftar acara yang akan kulakukan disana. Naik sepeda keliling pulau (bukan city tour tapi island tour hehe). Pengin ikut kapal nelayan mencari ikan. Membayangkan bisa sholat malam di atas kapal, di tengah laut, dibawah atap langit, langsung tertuju kepada Allah. Sensasinya pasti luar biasa. Menyerap kehidupan disana. Silaturahim dengan keluarga my new friend. Sholat di masjid Karimunjawa. Sudah pasti memuaskan diri dengan aktivitas laut, berenang dan snorkeling. Pengin bisa pe de untuk berenang di laut tanpa pelampung, belajar pakai kaki katak, bisa menyelam lebih dalam. Menikmati ciptaan Allah berupa terumbu karang yang cantik, bermain dengan ikan-ikan kecil yang ramah dan jinak. (waduh ... harus berapa lama ya? kata orang-orang, seminggu baru merasa puas deh, hehe)

Benar kata temanku deh, aku pindah kesana aja, hehe. Aduuuuhhh ... mau kesana lagi .... kapan yaaaa??? Rasanya semua orang sudah terkena sihir-nya Karimunjawa.

Magic of "K", i'll be there, Insya Allah, semoga segera, amin ...

Komentar