Saya belum berkeluarga, jadi saya menulis berdasarkan tengok kiri kanan, pengalaman orang lain, yang semoga bisa menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan.
Di dunia ini ada banyak jenis sekolahan, dari yang populer sampai tidak populer. Kedokteran, Teknik, Psikologi, Sastra, IT, Memasak, Menjahit, Pertukangan / perbengkelan, Origami, Merangkai bunga, Puisi, Sekolah kepribadian, Design, dll. Tapi tidak pernah ada sekolah untuk menjadi orang tua yang baik, sekoalh keluarga. Padahal semua orang mengakui dengan tanpa keraguan sedikit-pun, bahwa keluarga adalah yang paling penting, paling utama, tiang kehidupan, dll. Tapi tidak ada pembekalan sedikitpun untuk itu.
Kalaupun ada, hanya msuk di fak khusus yang saya sebutkan diatas, misal Psikologi. Tapi kan semua orang (pada umumnya) akan menikah, mempunyai anak dan membina keluarga. (mulai kebanyakan "tapi" deh, hehe).
Ada sih artikel atau buku-buku tentang keluarga, walau tidak banyak. Juga ada rubrik konsultasi tentang keluarga di majalah atau tabloid. Tapi sekali lagi arahnya lebih ke konsultasi psikologi.
Sebetulnya dunia ini memang aneh. Lagi sendiri, pengin menikah. Sudah menikah, sulit menyesuaikan diri dengan pasangan (pas pacaran sih indah-indah doang kali ya, hehe). Mungkin jadi sering ribut, atau mencari "rumput tetangga yang lebih hijau". Tidak punya anak, bingung. Punya anak, bingung lagi karena tingkah polah anak yang ga karuan. Geleng-geleng mode on.
Jadi tidak ada panutan khusus, atau rumus khusus bagaimana bagimana-nya. Repot juga ya.
Apalagi saat ini perkembangan jaman, perkembangan teknologi yang luar biasa pesat, sehingga tingkah oleh anak-anak semakin tidak karuan, sementara orang tua semakin kebingungan harus bertindak bagaimana. Mau ditegasi, kesannya otoriter. Mau lemah lembut, kesannya lemah. Serba salah.
Melihat dunia saat ini memang mengerikan. Pejabat yang korupsi, seolah menjadi biasa. Banyak perkosaan. Gaya hidup artis yang dugem dan narkoba, seolah menajdi contoh yang keren. Lembaga pernikahan yang dilecehkan, seolah membuat orang semakin tidak menghargai wanita.
Ada dosen yang ingin membuat sekolah untuk keluarga, buat saya itu ide yang luar biasa dan patut didukung sepenuhnya. Maju terus, Bu.
Rumus umum, mungkin yang pertama harus kembali kepada agama yang kuat, yang akan menjadi pegangan dunia akhirat. Karena dengan itu, hati nurani kita akan selalu "mengingatkan" jika kita berada di jalan yang salah. Nah ... hati nurani juga harus diasah, sehingga dia tidak "malas" untuk mengingatkan jika kita keluar jalur.
Jadi tidak ada panutan khusus, atau rumus khusus bagaimana bagimana-nya. Repot juga ya.
Apalagi saat ini perkembangan jaman, perkembangan teknologi yang luar biasa pesat, sehingga tingkah oleh anak-anak semakin tidak karuan, sementara orang tua semakin kebingungan harus bertindak bagaimana. Mau ditegasi, kesannya otoriter. Mau lemah lembut, kesannya lemah. Serba salah.
Melihat dunia saat ini memang mengerikan. Pejabat yang korupsi, seolah menjadi biasa. Banyak perkosaan. Gaya hidup artis yang dugem dan narkoba, seolah menajdi contoh yang keren. Lembaga pernikahan yang dilecehkan, seolah membuat orang semakin tidak menghargai wanita.
Ada dosen yang ingin membuat sekolah untuk keluarga, buat saya itu ide yang luar biasa dan patut didukung sepenuhnya. Maju terus, Bu.
Rumus umum, mungkin yang pertama harus kembali kepada agama yang kuat, yang akan menjadi pegangan dunia akhirat. Karena dengan itu, hati nurani kita akan selalu "mengingatkan" jika kita berada di jalan yang salah. Nah ... hati nurani juga harus diasah, sehingga dia tidak "malas" untuk mengingatkan jika kita keluar jalur.
Orang tua sendiri harus bisa menjadi contoh yang baik, karena pada dasarnya anak adalah cermin dari orang tua. Jadi kalau ada anak yang nakal atau tidak benar, pertama sekali ortu harus introspeksi diri, apa yang salah pada diriku? Orang tua harus bisa menjadi teman bagi anak, sehingga mereka tidak "menjauh" tapi malah "mendekat", dna orang tua bisa memantau anak dengan lebih baik.
Keluarga adalah benteng utama menghadapi dunia luar yang semakin tidak pasti. Orang tua mengemban amanah yang luar biasa berat dalam mendidik anak. Itulah mengapa disebut bahwa anak adalah amanah.
Tidak salah kalau disebut keluarga adalah tiang utama negara. Karena pendidikan dasar diberikan di rumah.
Dan itulah sebabnya Islam sangat memuliakan ibu rumah tangga yang mendidik anaknya di rumah dengan penuh kasih sayang.
Keluarga saya adala keluarga jawa kuno, dimana kepatuhan mutlak diwajibkan. Ketika kuliah di Surabaya, terus terang terkaget-kaget juga dengan iklim disana. Tapi itu semua memperkaya diriku. Tapi memang dengan dasar yang kuat dari rumah, itu akan meminimalkan semua resiko yang ada.
Well, untuk yang akan menikah dan mulai membina keluarga, masing-masing pribadi harus benar-benar dewasa dan siap untuk menghadapi semua masalah didepan. Dari 1 menjadi 2 bersama, itu tidak mudah. Dari 2 menjadi 3 atau 4, itu semakin sulit. Tapi mengingat slogan JK : Bersama Kita Bisa, yakinlah bahwa memang dibutuhkan team work yang solid dari suami dan istri.
Happy wedding !!!
Komentar
Posting Komentar