Janji

Janji adalah kepercayaan. Ketika kita banyak berjanji, sementara jarang menepati, maka pada akhirnya orang tidak lagi percaya pada kita. Tidak percaya untuk semua janji dan semua perkataan kita. Mereka akan menyebut kita omdo, capcai, NATO, dll. Bayangkan saja kalau kita yang mengalaminya, ketika seseorang mengingkari janjinya, pasti rasanya kecewa, jengkel, sebel, sedih, dan sakit hati, bahkan mungkin merasa tertipu. Ngga enak banget !!!
Janji adalah hutang. Ketika kita mengucapkan janji, maka kita wajib untuk memenuhinya, selama belum terpenuhi, berarti kita masih punya hutang pada seseorang. Sharing dari om saya, beliau punya 2 orang teman yang pernah mengalami mati suri. Om saya bertanya, apa yang terjadi atau dialami ketika "masa" mati suri. Ke-2 orang tersebut sama2 mengatakan, kalau mereka ditanya "suatu sosok", masih punya janji apa di dunia? Jadi ketika mereka "kembali" ke dunia, janji itu adalah hutang yang harus mereka bayar segera.
Janji adalah pertanggungjawaban. Ini adalah puncak "cerita", karena pada akhirnya, kita harus mempertanggungjawabkan janji tersebut kepada Allah SWT. Terlebih jika kita berjanji kepada Allah, mungkin biasa disebut nadzar, wah ... berat tanggungan-nya.
Jadi ya ... jangan mudah membuat janji, jika kita ragu2 apakah bisa memenuhi atau tidak. Jika muslim, jangan lupa menyebut Insya Allah, bukan untuk "ngentengke" tapi lebih untuk menjaga jika terjadi sesuatu yang diluar kuasa kita, bahwa kita tidak bisa menepati janji.
So guys ... keep your promise ...

Komentar