Amal

Pengajian minggu lalu, ada 7 hal yang bisa mengurangi / merusak pahala dari amal yang sudah kita lakukan, yaitu :
  1. Ghibah, alias membicarakan kejelekan orang lain, alias ngrasani, alias nge-gosip. Waduh ... ini paling mudah kita lakukan, kalo ada 2 orang aja-lah, sudah langsung ngerumpi kejelekan si A, nge-gosipin si B, asyikkk banget ... Padahal disebutkan bahwa ketika kita membicarakan kejelekan orang lain, diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Hiiii ... Tapi memang salah satu posisi yang disukai setan ada di ujung lidah, jadi mudah sekali bagi kita untuk "mak cul" ... nyerocos dengan fasih tentang orang lain. 
  2. Riya', alias pamer, terutama pasti pamer kelebihan kita dong, apakah lebih pintar, lebih kaya, lebih sukses, lebih punya jabatan, lebih secara fisik, juga kalo kita merasa lebih baik dari orang lain. Disebutkan bahwa, kalo tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu, demi menjaga kebersihan niat kita dalam memberi sesuatu kepada orang lain. Tapi pamer itu memang enak, kita akan merasa lebih "tinggi" dari orang lain yang kita pameri. So ... itu akan mendongkrak harga diri ke langit yang ke tujuh hehe.
  3. Takabur, alias sombong. Sebetulnya apa yang bisa kita sombongkan di dunia ini? Kita pintar, masih banyak orang yang lebih pintar. Kita kaya, ada lebih banyak orang kaya yang bingung uangnya untuk apa. Kita cantik atau ganteng, semua artis juga super cuantik dan super guanteng. Kita punya jabatan, ada orang lain yang lebih berkuasa dari kita. Kita baik, banyak para ulama atau ahli agama yang super baik. Dan diatas semuanya, baru kena gempa 1 menit (misal di yogya), sudah 5000 nyawa melayang. Tsunami melanda, puluhan atau ratusan ribu orang hilang lenyap begitu mudahnya. Wow ...
  4. Ujub, alias bangga diri. Masih bersaudara dengan sombong dan pamer. Bangga kalo kita kaya, bangga kalo kita pintar, bangga kalo kita punya jabatan, bahkan bangga kalo kita baik juga tidak boleh. Karena semua kelebihan hanya pada Allah. Dan semua tetak bengek itu tidak akan kita bawa ke hadapan Beliau, kecuali amal ibadah yang kita lakukan.
  5. Hasad, alias iri hati, dengki. Iri kalo orang lebih sukses, lebih baik, lebih pintar, lebih kaya, dan lebih-lebih lainnya. Rumput tetangga memang selalu tampak lebih hijau. Seringkali memang kita lebih menyesali dan menghitung apa saja yang tidak kita punyai. Tapi kita selalu lupa untuk mensyukuri dan menghitung semua nikmat yang telah kita miliki.
  6. SMS, alias Senang Melihat orang Susah, atau Susah Melihat orang Senang. Dengan kata lain orang egois, maunya menang sendiri, selalu benar, tidak mau salah, tidak mau kalah. Weleh ... weleh ...
  7. Ibadah tidak ikhlas. Niat ibadah bisa jadi bukan untuk Allah semata, tapi untuk tujuan lain. Biar dilihat orang lain sebagai orang yang alim. Biar mendapat pujian, dan berbagai alasan lain yang tidak Lillahita'alla. Tapi memang ikhlas itu ruarrr biasa sulitttt ...
Well ... kadang terasa, mau jadi orang baik kok sulit dan berat banget ya? Ujiannya macam-macam. Yah ... untuk menjadi pengingat diri sendiri dan semoga bisa jadi pengingat untuk orang lain.

Komentar